Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Jan 2020 13:15 WIB

Ekonomi RI Stabil di 5%, Jokowi Minta Dubes Pamer ke Negara Lain

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh duta besar (dubes) RI untuk memamerkan capaian ekonomi nasional kepada negara-negara lain. Pasalnya, capaian tersebut bisa menjadi daya tarik bagi negara lain untuk berinvestasi ataupun meningkatkan hubungan dagang.

"Duta besar harus menyuarakan bahwa pertumbuhan ekonomi kita dalam 15 tahun ke belakang ini di atas 5 terus, yang negara-negara lain nggak punya, naik turun naik turun, kita stabil di atas 5 ini modal besar kita," kata Jokowi saat membuka rapat kerja kepala perwakilan Republik Indonesia Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Jokowi mengaku bahwa perekonomian global sedang mengalami perlambatan, baru-baru ini Bank Dunia memprediksi ekonomi dunia tumbuh di level 2,5% di 2020. Angka itu menurun terus sejak tahun 2019.

"Inflasi Kita sejak 5 tahun ke belakang anjlok dari 9 dari 8 sekarang udah di posisi kurang dan lebih 3%, turun anjlok sekali ini juga harus kita tata. Ini modal kita di situ," kata Jokowi.



Jokowi ingin capaian pertumbuhan ekonomi hingga inflasi Indonesia menjadi alasan negara lain menanamkan modalnya di tanah air.

"Dua ini menjadi modal besar kita kenapa investasi negara lain menengok kita karena dua hal ini, dan mungkin angka-angka yang lainnya. Angka kemiskinan, gini ratio, saya kira bisa juga, tapi dua hal itu jangan kita nggak bisa bercerita mengenai turunnya inflasi, stabilitas growth yang kita miliki," tegasnya.

Oleh karena itu, Mantan Wali Kota Solo ini berharap para dubes RI bisa menceritakan seluruh capaian ekonomi Indonesia di depan investor luar negeri.

"Semua yang datang ke kita itu melihat itu bukan melihat yang lain-lainnya. Tentu saja stabilitas politik dan ekonomi yang menjadi modal besar kita dalam menarik investasi untuk datang ke Indonesia. Semua negara sekarang rebutan hanya satu ini saja, yang terkait dengan investasi," ungkap dia.



Simak Video "Jokowi Sebut Kemudahan Berusaha Masih Ruwet, Kalah dari China"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com