RI-India Jajaki Kerjasama di Sektor Bioenergi
Kamis, 24 Nov 2005 10:42 WIB
New Delhi - Indonesia dan India akan menjajaki kerjasama di sektor bioenergi. Kerjasama di sektor bioenergi ini penting bagi kedua negara untuk mengantisipasi produk energi alternatif di masa mendatang."Kerjasama energi konvensional untuk jangka 10-20 ke depan mungkin masih relevan. Tapi untuk yang jangka panjang, kita harus pikirkan ketika cadangan minyak, gas dan batubara makin menipis. Maka kita harus masuk dalam kerja sama bio energi," ujar Presiden SBY.Pernyataan Presiden tersebut disampaikan dalam kunjungan hari terakhirnya di India seperti dilaporkan wartawan detikcom, Luhur Hertanto dari New Delhi, Kamis (24/11/2005).Presiden menambahkan, kerjasama yang paling memungkinkan antara Indonesia dan India saat ini adalah di sektor energi. Kerjasama itu bisa dilakukan dalam bentuk pembangunan kilang, produksi minyak dan gas serta transportasi energi tersebut.Namun menurut SBY, kedua negara perlu menjalin kerjasama yang lebih luas yakni di sektor bioenergi."Kita harus masuk dalam kerjasama bioenergi. Indonesia punya sumber daya, yaitu kelapa sawit, sumber pertanian lainnya dan tempat strategis. Kita juga punya pengalaman dan teknologi mengelola industri itu. Sedangkan India pun demikian. Sebagian teknologinya cukup maju. India juga mempunyai capital yang cukup," papar Presiden.Kepala negara menilai, kunjungannnya selama tiga hari di India cukup sukses. Sejumlah komitmen dari kedua negara ini berhasil dicapai."Bukan hanya untuk kepentingan 4-5 tahun ke depan. Tapi kita juga mulai pikirkan kerja sama jangka panjang yang akhirnya betul-betul untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara," tegas Presiden.
(qom/)











































