Pertamina Pertahankan Pangsa Pasar BBM 90%
Kamis, 24 Nov 2005 10:54 WIB
Banten - Pertamina berupaya mempertahankan pangsa pasar bahan bakar minyak (BBM) sebesar 90 persen di tengah era pasar bebas (liberalisasi) penjualan sektor hilir minyak dan gas.Salah satu cara yang dilakukan adalah menawarkan diskon hingga 4 persen kepada industri yang melakukan kontrak pembelian BBM.Pemberian diskon itu terkait dengan harga jual BBM untuk industri yang sudah menggunakan harga pasar. Meski demikian, tidak semua industri akan diberi diskon.Adanya diskon ini, diharapkan akan lebih menarik konsumen di tengah ramainya pemain baru yang juga memasok BBM untuk industri. "Diskon untuk kontrak yang dilakukan minimal satu tahun dengan volume pemakaian minimal 3.000 kiloliter per bulan," kata Kepala Divisi BBM, Ahmad Faisal, di sela-sela acara orientasi wartawan di Anyer, Banten, Kamis (23/11/2005).Konsekuensi harga pasar adalah Pertamina harus menurunkan harga tersebut jika harga di pasar internasional turun. Seperti untuk bulan Desember mendatang, harga jual BBM industri akan diturunkan sekitar 3 persen."Ditambah diskon tentunya harga juga akan lebih murah," ujarnya.Kontrak IndustriPertamina juga telah menandatangani kontrak dengan 13 dari 35 industri besar yang berminat untuk melakukan kontrak pembelian selama setahun. Umumnya perusahan ini adalah dari perusahaan semen, tekstil, kaca dan pertambangan."Sisanya akan menyusul dalam waktu dekat," kata Faisal.Ke-13 perusahaan itu adalah PT Petro Kimia Gresik, PT Riau Andalan Pulp & Paper, PT Mulia Glass, PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, PT Aspex Kumbong, PT Wahyu Mandira, PT Indonesia Toray Syntehetics, PT Kahatex, PT Vita Daya Harapan, PT Panasia Indosyntec, GT Petrochem, dan PT Mentari Bukit Makmur. Diakui Ahmad, sebelumnya Pertamina lebih fokus pada penanganan BBM, sehingga sering kali kepentingan industri kurang diperhatikan dengan baik. "Kontrak dan komitmen kedua belah pihak ini merupakan jawaban dan diharapkan lebih memacu pertumbuhan industri melalui ketersediasn BBM yang memadai dengan harga kompetitif," kata Faisal.Rencananya, Pertamina juga akan menawarkan jasa pengiriman BBM sampai di tempat tujuan, agar keamanan dan kualitas maupun kuantitas lebih terjamin.Sampai Oktober 2005, total BBM yang dipasok untuk industri di luar PLN mencapai 8,7 juta kiloliter. Porsi terbesar berupa minyak solar sebesar 6,6 juta kiloliter, minyak bakar 1,5 juta kiloliter, minyak diesel 621.660 kiloliter dan 64.487 kiloliter minyak tanah.Faisal berharap, pihaknya masih dapat mempertahankan pangsa pasar sebesar 90 persen. "Kita akan dekati 66 perusahaan besar yang konsumsinya 6,5 juta kiloliter per bulan," ujarnya.
(ir/)











































