Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Jan 2020 17:20 WIB

Maskapai Ramai-ramai Batalkan Penerbangan Ke Timteng, Ada Apa?

Soraya Novika - detikFinance
Ilustrasi/Foto: ABC Australia
Jakarta - Berbagai maskapai internasional ramai-ramai membatalkan penerbangannya ke Timur Tengah (timteng). Sebagian lainnya menarik kembali pesawatnya dari sana lantaran khawatir terhadap serangan-serangan udara yang bisa saja kembali diluncurkan di tengah ketegangan konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana diketahui, kemarin, Rabu (8/1/2020) Iran menembakkan selusin rudal di dua pangkalan militer Irak, yang menampung pasukan AS. Akibatnya, pesawat Boeing 737 oleh Ukraina International Airlines, jatuh di dekat Bandara Imam Khomeini di Teheran, pada Rabu (8/1).

Pasca-insiden itu, beberapa maskapai langsung mengonfirmasi bakal menghindari langit Timur Tengah untuk sementara waktu.

Dilansir dari laman CNN, Kamis (9/1/2020), diketahui Air France (AFLYY) , Lufthansa (DLAKY), Malaysia Airlines dan EVA Air Taiwan sama-sama membatasi penerbangan di wilayah Iran dan Irak.

Sementara Singapore Airlines (SINGF) mengatakan tidak akan menerbangkan pesawatnya di atas langit Iran.


Badan Penerbangan Federal AS pun membatasi aktivitas penerbangan komersial AS di wilayah udara Irak, Iran, perairan Teluk Persia, dan Teluk Oman.

Selain itu, Rusia juga merekomendasikan maskapai negaranya untuk menghindari area yang sama.

Maskapai Emirates milik Uni Emirat Arab juga diketahui telah membatalkan penerbangan, antara Dubai dan Baghdad, yang menjadi lokasi tewasnya jenderal Iran.

Selain itu, British Airways (ICAGY) dan Virgin Atlantic belum mengalihkan penerbangannya, akan tetapi masih tetap memantau situasi, dan mungkin akan mengambil sikap yang sama dengan maskapai lainnya.

Hanya maskapai Qatar Airways dan Turkish Airlines yang tetap melakukan penerbangan seperti biasa.

Di samping itu, maskapai komersial dan pengangkutan barang, memilih untuk mengambil jalan memutar.

Di sisi lain, beberapa penerbangan komersial dan pengangkutan barang dari bandara Eropa, seperti London, Amsterdam dan Frankfurt, masih harus melintasi wilayah tersebut. Sebab memiliki jadwal penerbangan yang cukup padat ke wilayah Asia, seperti Bangkok dan Singapura.



Simak Video "Sektor Minyak dan Penerbangan Anjlok Akibat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com