Alasan Erick Thohir Rombak Bos BUMN: Sering Poles Laporan Keuangan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 10 Jan 2020 11:12 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di DPR/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka-bukaan mengenai alasannya merombak direktur dan komisaris perusahaan pelat merah. Perombakan ini membuat pengurus tak menyelesaikan tugas sesuai waktunya.

Erick bilang, setidaknya ada dua sebab direksi dan komisaris dicopot dari jabatannya. Pertama, karena key performance indicator (KPI) tidak tercapai.

Kedua, pengurus perusahaan itu menyalahi tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Erick bilang, penyimpangan GCG yang sering terjadi adalah mempercantik laporan keuangan atau window dressing.

"Kalau tidak selesai, ada catatan apa karena KPI tidak sampai targetnya, atau ada secara operasional salahi good corporate governance. Apa itu good corporate governance? Hari ini yang sering terjadi di BUMN adalah window dressing laporan keuangan. Kalau window dressing laporan keuangan itu masuk tindakan bisa kriminal," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).


Erick mengatakan, window dressing membuat laporan keuangan terlihat untung. Namun, perusahaan tidak memiliki cash.

"Apalagi kalau window dressing ini terus habis bawahnya kelihatan untung tapi nggak ada cash-nya, hanya bagi buat gaji bonus saja," ujarnya.


Yang lebih bermasalah, kata Erick, BUMN kemudian menerbitkan utang baru dan ketika jatuh tempo menjadi fraud.

"Ini ada lagi yang terbitkan utang baru. Mekanisme nggak pakai bank tapi surat utang yang lebih mudah, dibikin proyek, disuntik perusahaan yang nggak feasible, MTN jatuh tempo 2020 ini fraud bukan. Ini contoh (masalahnya), tapi hal itu bisa saja mereka kita ganti," terang Erick.

Simak Video "Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)