Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 11 Jan 2020 07:30 WIB

Kerugian karena Macet di Jakarta Rp 100 T, Anies Perlu Lakukan Apa?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Faisal Javier Anwar/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan Jakarta tidak lagi masuk ke dalam 10 kota termacet di dunia. Anies menyebut akan ada transportasi yang lebih baik untuk mendukung upaya tersebut.

"Jakarta kota termacet di dunia nomor 4 di tahun 2017. Dalam setahun turun jadi nomor 7 di dunia. Kita rencana keluar dari 10 besar, kita tidak lagi jadi kota termacet," kata Anies saat memberi sambutan di Kementerian BUMN, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Tak heran bila Anies ingin Indonesia bebas dari status kota termacet. Pasalnya momok tersebut menyebabkan kerugian yang amat besar. Tak tanggung-tanggung, sebelumnya Presiden Joko Widodo pernah mengatakan kerugian akibat kemacetan di Jakarta, termasuk kawasan penyangganya mencapai Rp 65 triliun per tahun.

"Saya hanya membayangkan hitungan Bappenas yang saya terima setiap tahun kita kehilangan Rp 65 triliun di Jabodetabek gara-gara kemacetan. Rp 65 triliun per tahun," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).


Jokowi menjelaskan kerugian tersebut berdasarkan hasil studi Kementerian PPN/Bappenas. Namun berdasarkan laporan yang pernah diutarakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kerugian yang diakibatkan kemacetan lebih besar dari angka di atas, yaitu mencapai Rp 100 triliun.

"Justru kemarin ketika rapat sudah mulai, tertutup, teman-teman media sudah keluar, angka itu dikoreksi oleh Pak Wakil Presiden dan kami juga angkanya sama, yaitu Rp 100 triliun, bukan Rp 65 triliun lagi, lebih besar," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Jokowi pun tak menampik angka kerugian akibat kemacetan Jakarta versi Anies yang mencapai Rp 100 triliun.

"Studi Bappenas ditemukan angka kerugian Rp 65 triliun karena kemacetan di Jabodetabek setiap tahunnya, dan bahkan Pak Wapres, Pak Gubernur menyampaikan angka sampai Rp 100 triliun. Ini jumlah yang besar sehingga perlu diselesaikan," kata Jokowi saat Ratas kebijakan pengelolaan Transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Kenapa kemacetan di Jakarta bisa memicu kerugian hingga Rp 100 triliun? Langsung klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Jakarta Peringkat ke-10 Kota Termacet di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com