Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 11 Jan 2020 08:30 WIB

Usai 'Panas' dengan China, RI Ajak AS & Jepang Garap Natuna

Hendra Kusuma - detikFinance
Pulau Senoa di Natuna/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Hubungan Indonesia dengan China sempat 'panas' lantaran masalah perbatasan zona ekonomi eksklusif (ZEE) di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Kini ketegangan Indonesia dan China mulai mereda

Di tengah suasana yang mulai tenang dengan China, pemerintah menawarkan Jepang dan Amerika Serikat (AS) berinvestasi di Natuna. Saat bertemu Menlu Jepang Toshimitsu Motegi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Jepang berinvestasi di Natuna

"Izinkan saya, menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan prioritas Indonesia terkait dengan Jepang. Yang pertama, di bidang investasi. Saya ingin mengajak Jepang untuk melakukan investasi di Natuna," jelas Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Investasi yang ditawarkan ke Jepang adalah untuk membangun sentra kelautan dan perikanan terpadu. Tawaran serupa juga disampaikan pemerintah Indonesia kepada Amerika Serikat melalui lembaga keungannya International Development Finance Corporation (IDFC), yang dipimpin Adam Boehler. Adam juga sempat bertemu Presiden Jokowi di istana, Jumat (10/1/2020)

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang ikut hadir dalam pertemuan itu menjelaskan akan membahas sejumlah proyek dengan pihak IDFC. Proyek yang akan dibahas antara lain proyek tol di Pulau Jawa dan Sumatera hingga proyek perikanan di Natuna.

"Sudah ada beberapa proyek yang segera dilihat dan didiskusikan detail seperti tol road di Jawa, dikombinasikan dengan tol road di Sumatera, dan juga mungkin turis, mungkin juga investasi ikan di Natuna. Atau juga mungkin hydropower di Kalimantan Utara. Jadi banyak sekali sekarang yang kita mau diskusikan dan kita segera maju," tutur Luhut di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (10/1/2020).


Sementara itu Adam Boehler menjelaskan IDFC menyiapkan pendanaan senilai US$ 60 miliar untuk berinvestasi di negara negara berkembang. Menurut Adam, Jokowi menegaskan fokus untuk pembiayaan investasi mengandalkan modal swasta.

Amerika Serikat pun, kata Adam, siap mendukung Indonesia dalam pembangunan.

"Ini baru pertama kali dibentuk dan saya langsung berkunjung ke Indonesia. Saya sangat senang sekali bertemu dengan Presiden Jokowi. Jelas tadi dari bapak Presiden bahwa fokusnya adalah private capital untuk membangun Indonesia dan Amerika Serikat siap mendukung Indonesia," tutur Adam.

IDFC akan menyiapkan Rp 70 triliun untuk Indonesia. Klik halaman selanjutnya


Usai 'Panas' dengan China, RI Ajak AS & Jepang Garap Natuna

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com