Tahun 2006 Jadi 1%
Defisit 2005 Ditekan Jadi 0,5%
Kamis, 24 Nov 2005 14:16 WIB
Jakarta - Defisit APBN 2005 diperkirakan turun menjadi 0,5 persen, atau lebih rendah dari perkiraan semula sebesar 0,9 persen. Hal ini dikarenakan sejumlah anggaran departemen dan lembaga dialihkan ke tahun 2006.Akibatnya, angka defisit tahun 2006 diperkirakan membengkak dari target semula 0,7 persen menjadi 1 persen.Hal tersebut disampaikan Menkeu Jusuf Anwar saat menjadi pembicara dalam seminar ekonomi yang diselenggarakan Standard Chartered Bank di Hotel Four Seasons, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (24/11/2005)."Defisitnya diset 0,7 persen, tapi akan naik jadi 1 persen karena kita akan lebih ekspansif," ujar Jusuf.Besarnya pengeluaran pemerintah pada tahun 2006 antara lain untuk pembayaran gaji PNS termasuk gaji ke-13, perbaikan di berbagai sektor, pembangunan infrastruktur serta masih adanya dana yang belum kembali ke pemerintah. "Ada dana tahun 2005 yang di-carry over. Lalu ada kenaikan gaji, ada pemberian tunjangan gaji ke-13. Ada juga perbaikan di berbagai sektor. Termasuk dana tambahan Rp 5 triliun. Instruksi presiden tahun 2006 ini harus banyak lagi peluang penyerapan tenaga kerja. Jadi anggarannya cukup ekspansif," papar Jusuf.Pertumbuhan Ekonomi 2005 Capai 5,5-5,8%Meski pada kuartal III-2005 angkanya hanya 5,3 persen, namun Menkeu Jusuf Anwar optimistis pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2005 bisa mencapai 5,5 - 5,8 persen. Banyaknya pengeluaran pemerintah menjelang akhir tahun akan memicu pertumbuhan ekonomi itu."Kita cukup optimis, memang pertumbuhannya tidak terlalu pesat. Itu dikarenakan masih banyaknya pengeluaran pemerintah sampai akhir tahun ini," ujar Jusuf Anwar.
(qom/)











































