Satgas Pemburu Maling Ikan Pensiun, Siapa Kini yang Bakal Buru?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 13 Jan 2020 14:24 WIB
Foto: kkp
Jakarta - Satgas antipencurian ikan atau Satgas 115 telah resmi purnatugas sejak 31 Desember 2019 lalu. Satgas yang telah bertugas selama 4 tahun menangkap dan menenggelamkan ratusan kapal pencuri ikan dari negara asing itu sebelumnya dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 19 Oktober 2015 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2015.

Siapa lagi yang akan menangkap dan menenggelamkan pencuri ikan?

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, pencuri ikan di perairan Indonesia akan tetap ditangkap dengan mengerahkan Angkatan Laut (AL), Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, dan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) KKP.

"Soal Satgas 115 ini kan sudah Keppres (Keputusan Presiden), nggak mungkin kita langgar. Jadi kita tetap jalan. Ini periodenya sudah selesai di 2019, kita harus ganti personel dong, penyegaran," kata Edhy ketika diwawancarai detikcom di kediamannya, Komplek Widya Chandra, Jakarta, Jumat (10/1/2020).


Ia menegaskan, meski Satgas 115 pensiun, namun tugas koordinasi dalam pengamanan perairan Indonesia tetap dipegang kuat oleh lembaga terkait, terutama Ditjen PSDKP sendiri.

"Satgas 115 kan juga Angkatan Laut, Bakamla, Polisi, termasuk KKP sendiri. Tanya saja siapa yang menangkap kapal-kapal itu? Memangnya Satgas 115 punya senjata? Kan tidak. Makanya koordinasi. Nah fungsi koordinasi ini yang tidak bisa dihilangkan, tidak boleh," tegas Edhy.

Menurutnya, pembentukan Satgas 115 dahulu kala karena kurang memberi kepercayaan terhadap lembaga terkait yang sudah ada. Ia pun mengungkapkan tak akan serta-merta menenggelamkan kapal.


Selanjutnya
Halaman
1 2