Harga Elpiji Naik 41% Awal 2006

Harga Elpiji Naik 41% Awal 2006

- detikFinance
Kamis, 24 Nov 2005 17:17 WIB
Banten - Belum kering air mata karena mahalnya harga-harga, kaum ibu kembali harus berurai air mata karena harga elpiji bakal dinaikkan. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai 41 persen, dan akan diberlakukan mulai awal 2006."Kami tinggal menunggu keputusan direksi saja," kata Asisten Manajer Pemasaran Elpiji Pertamina, Rosidi Hasyim, disela acara pelatihan wartawan di Anyer, Banten, Kamis (24/11)Dikatakannya, harga elpiji yang selama ini Rp 4.250 bakal naik menjadi Rp 5.500 hingga Rp 6.000 per kilogram. Rencana, ini sempat tertunda sejak Oktober lalu, kerena adanya kenaikan harga BBM.Menurutnya, kalau harga gas elpiji naik hingga Rp 6.000/kilogram, Pertamina bakal memperoleh untung Rp 100-Rp 200/kg. "Untung ini akan dibagi-bagi ke agen agar mereka bergairah memasarkan gas elpiji dan tidak berbuat macam-macam yang akhirnya merusak citra Pertamina," jelasnya.Penyesuaian harga ini, lanjutnya, akan ditentukan melalui keputusan direksi nanti, apakah mau menaikkan hingga Rp 6.000 atau secara bertahap.Menurutnya, kenaikan harga gas elpiji ini tidak bisa dihindarkan, karena Pertamina rugi terus. Pada September lalu saja, kerugian mencapai Rp 27 miliar. "Jadi kalau sampai akhir tahun berapa kerugian yang kami derita," ujarnya.Apalagi dari tahun ke tahun, permintaan gas elpiji naik 4,7 persen. Pada 2003, permintaan hanya Rp 1.025.870 metrik/ton. Namun dua tahun berikutnya naik menjadi Rp 1.029.000 metrik/ton dan 1.098.000 metrik/ton.Menyinggung kemungkinan orang akan kembali lagi ke minyak tanah, ia yakin hal itu tidak akan terjadi. Sebab selisih harganya nanti tidak jauh berbeda. Masyarakat pasti memilih gas elpiji daripada minyak tanah. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads