Pertumbuhan Properti Ritel dan Aparteman Melambat Tahun 2006
Kamis, 24 Nov 2005 17:38 WIB
Jakarta - Tingginya inflasi akibat kenaikan harga BBM Oktober lalu mengakibatkan bisnis properti mengalami perlambatan pada tahun 2006."Saya pikir perlambatan itu yang banyak terjadi adalah di sektor apartemen dan komersial ritel," ujar Ketua Umum DPP REI, Lukman Purnomosidi seusai seminar Economic Outlook di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (24/11/2005).Lukman mencontohkan, pembangunan rumah sehat sederhana pada tahun 2004 mencapai 70.000 unit. Tahun ini diperkirakan akan mencapai 90.000-10.000 unit. "Itu kan tumbuh sekitar 45 persen, mungkin tahun depan ini profilnya melambat," imbuhnya.Inflasi yang tinggi mengakibatkan adanya down sizing bagi masyarakat yang akan membeli rumah. Bila sebelum inflasi masyarakat dapat membeli rumah dengan jumlah cicilan yang lebih sedikit, maka setelah inflasi jumlah cicilan itu bertambah."Misalnya kalau dulu mencicil Rp 1 juta dapat tipe 70, sekarang dengan Rp 1 juta hanya dapat tipe 50," ujarnya. Penyesuaian harga itu menurut Lukman memerlukan waktu hingga kuartal I-2006.
(qom/)











































