Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 14 Jan 2020 06:45 WIB

Tajir Melintir Berkat Bisnis Esek-esek

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. The Cryptonomist
Jakarta - Keishi Kameyama merupakan salah satu orang terkaya di Jepang. Dia adalah pemuda dengan kerajaan bisnis media dan teknologi yang juga pernah membagi ilmunya tentang start-up kepada mahasiswa Jepang.

Kameyama adalah pemilik perusahaan kerajaan media dan teknologi DDM.com. Sedikit yang tahu bahwa bisnisnya itu berawal dari situs porno yang bernama Pornhub.

Meski begitu Kameyama merupakan sosok yang profesional. Dia menyajikan pornografi bukan untuk pribadi. Dia menganggapnya hanya sebagai produk yang bisa dijual.

Kameyama yang sudah berkecimpung di dunia pornografi selama 3 dekade mengatakan, dia memasarkan film dewasa bukan untuk dinikmatinya sendiri. Baginya pornografi adalah sesuatu yang bisa dijual dan mengambil keuntungan, tidak berbeda dengan produk lain.

"Saya tidak masuk ke bisnis film dewasa ini karena saya penggemar (film porno). Tapi itu adalah eksperimen yang berhasil, dan begitu saya punya uang, saya ingin mencoba hal-hal lain juga," ujarnya dilansir dari Independent.

Kameyama mulai memproduksi film porno pada akhir 1980-an setelah mendapati dirinya tidak punya uang untuk membiayai film non-dewasa. Pada tahun 1998, ketika ia meluncurkan layanan streaming web pertama di Jepang, DMM sudah menjadi produsen film porno terbesar di Jepang.

Dalam satu dekade, lebih dari satu juta pengguna internet membayar untuk streaming film porno milik Kameyama. Dengan semua bola mata yang terpaku pada situsnya, ia mulai mencari hal-hal lain yang mungkin ingin dibeli oleh para penonton pria.


Lalu pada 2009, Kameyama membeli perusahaan pialang saham online yang tengah kesulitan. Perusahaan itu dia benahi yang menelan biaya hampir US$ 100 juta. Kemudian perusahaan itu diubah menjadi platform perdagangan mata uang asing paling populer di Jepang.

Perusahaan itu membuat DMM menjadi semacam Las Vegas virtual. DDM melayani hasrat sebagian orang yakni seks dan uang.

Dari situ bisnis Kameyama bercabang menjadi bisnis yang lebih ramah keluarga. Misalnya dia mulai mengembangkan video game hit 'Fleet Collection'.

Kameyama juga membeli perusahaan pengembang perangkat lunak Rwanda, bersama dengan saham di perusahaan pembayaran elektronik terbesar Rwanda. Keputusan itu terinspirasi ketika dia sedang liburan ke Afrika.

Bagaimana cerita masa kecil Kameyama?
Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com