Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 14 Jan 2020 07:50 WIB

Diajak Jokowi, Pangeran Abu Dhabi Masuk Tim Pemindahan Ibu Kota

Hendra Kusuma - detikFinance
Diajak Jokowi, Pangeran Abu Dhabi Masuk Tim Pemindahan Ibu Kota. Foto: Andhika Prasetia Diajak Jokowi, Pangeran Abu Dhabi Masuk Tim Pemindahan Ibu Kota. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta - Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Uni Emirat Arab (UEA) mendapat kesepakatan investasi yang nilainya sangat besar. Bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheiks Mohamed Bin Zayed (MBZ), Jokowi menghasilkan kesepakatan investasi dengan nilai US$ 22,89 miliar atau setara Rp 314,9 triliun.

Kesepakatan itu terdiri dari 11 perjanjian bisnis dan 5 perjanjian pemerintah dengan pemerintah yang meliputi bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset.

Dalam pertemuan itu, pihak Abu Dhabi juga menyatakan minat untuk terlibat dalam proyek pemindahan ibu kota ke Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Mendengar minat tersebut, Jokowi pun langsung menawarkan MBZ masuk dalam dewan pengawas pemindahan ibu kota negara (IKN) Indonesia yang baru.

"Pada pertemuan di Abu Dhabi ini, presiden RI menawarkan kepada Putra Mahkota untuk menjadi semacam dewan pengarah di dalam ibu kota baru yang akan segera dibangun pada 2020 sekarang ini," kata Fadjroel di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Apa alasan Jokowi melibatkan Pangeran Abu Dhabi itu?
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Lawatan ke Abu Dhabi, Jokowi Tawarkan Investasi di Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com