25 Perusahaan Indonesia Pilih Produksi di Cina
Kamis, 24 Nov 2005 17:54 WIB
Jakarta -
Sebanyak 25 perusahaan Indonesia memilih menjalankan produksinya di Xianmen, Cina, melalui tol manufacturing atau sistem titip olah, karena biayanya lebih murah. Namun produksi itu tetap dipasarkan Indonesia dengan merek Indonesia.Dari jumlah 25 perusahaan tersebut, separuhnya merupakan perusahaan makanan dan minuman, yang merek dagangnya sangat terkenal di pasar Indonesia seperti produk kopi instan, permen dan minuman kotak.Demikian diungkapkan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Dharmawan usai menemui 20 investor Xianmen yang berencana melakukan investasi di sektor agribisnis di Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Kamis (24/11/2005).Tol manufacturing merupakan tren global yang bukan hanya dilakukan perusahaan Indonesia. Model bisnis ini sangat diminati karena tidak ada aturan yang menghambatnya dan pemerintah juga tidak bisa menghalanginya.Menurut Thomas, perusahaan Indonesia memilih tol manufacturing di Xianmen, karena di wilayah itu ketersediaan bahan baku lebih terjamin, memiliki riset yang baik, tidak ada pungutan liar (pungli) dan infrastrukturnya terjaga.Xianmen adalah wilayah yang berada di seberang Taiwan, yang merupakan satu dari 13 daerah di Cina yang mendapat perlakuan khusus oleh pemerintah Cina."Di sana biaya produksi juga murah, karena memakai briket batu bara," ujar Thomas.Selain itu, pajak keseluruhannya hanya sebesar 17 persen dan sudah termasuk pajak lain-lain. Sedangkan di Indonesia meski pajaknya hanya 10 persen, namun masih ditambah pajak dan pungutan lain yang jumlahnya bisa melebihi pajak di Xianmen. Banyaknya perusahaan Indonesia yang melakukan tol manufacturing, menurut Thomas, bisa menjadi cambuk bagi pemerintah daerah untuk mengurangi ekonomi biaya tinggi. Sedangkan pemerintah bisa memberikan insentif dan menurunkan suku bunga.Pemerintah, kata Thomas, harus secepatnya melakukan evaluasi dan melakukan dialog dengan pengusaha untuk mengetahui apa yang menjadi masalah sampai memilih tol manufacturing.
(ir/)










































