Meski Neraca Dagang 2019 Tekor, Airlangga Bangga Kemiskinan Turun

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 15 Jan 2020 21:31 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi neraca dagang yang defisit atau tekor di tahun 2019. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca dagang Indonesia pada Desember 2019 tercatat defisit US$ 30 juta. Angka ini berasal dari nilai ekspor Desember US$ 14,47 miliar dan impor US$ 14,5 miliar.

Menurut Airlangga, defisit neraca dagang tahun 2019 ini masih lebih baik dibandingkan tahun 2018. Perlu diketahui, neraca perdagangan sepanjang 2019 mengalami defisit US$ 3,2 miliar. Sedangkan, defisit neraca perdagangan sepanjang 2018 mencapai US$ 8,7 miliar, lalu pada Desember 2018 tercatat defisit US$ 1,1 miliar.

Menurut Airlangga, kinerja perekonomian Indonesia membaik dengan penurunan tingkat kemiskinan dan rasio gini atau ketimpangan.

"(Neraca dagang 2019) lebih bagus dari tahun lalu. Walau ekspor turun, diharapkan ekonomi ke depan lebih optimistis dan yang bagus rasio gini turun, angka kemiskinan turun. Sudah on the right track," jelas Airlangga di kantornya, Jakarta, Rabu (15/1/2020).


Perlu diketahui, BPS mencatat angka kemiskinan pada September 2019 sebesar 9,22%. Angka ini menurun 0,19% dibandingkan periode Maret 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan persentase ini setara dengan 24,79 juta orang.

"Jadi September 2019 ini persentase kemiskinan kalau dibanding Maret 2019 ada penurunan sekitar 358,9 ribu," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Kemudian, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh rasio gini pada September 2019 sebesar 0,38. Rasio gini tersebut menunjukkan angka yang terendah sejak 2011.



Simak Video "Pemerintah Luncurkan Penjaminan Kredit Modal Kerja untuk UMKM"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)