Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Jan 2020 13:32 WIB

Cerita Dahlan soal Benny Tjokro: Juragan Tanah-Tukang Goreng Saham

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Benny Tjokro (Muhammad Sabki/CNBC)
Jakarta - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bercerita mengenai perjalanan bisnis Benny Tjokrosaputro atau Bentjok, Direktur Utama PT Hanson International Tbk. Bentjok ialah satu orang tersangkut skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan kini ditahan.

Melalui laman pribadinya disway.id, Dahlan bercerita Bentjok punya banyak tanah. Bisnis Bentjok memang di bidang tanah, alias jual beli tanah.

"Orang Solo akan menyebut orang seperti Benny sebagai pengusaha lemah --lemahe akeh tenan (tanahnya banyak sekali)," tulis Dahlan seperti dikutip detikcom, Kamis (16/1/2020).

Dahlan menuturkan, Benny punya lahan sekitar 6.500 ha tanah saat ini. Namun, Benny masih perlu banyak uang untuk terus membeli tanah. Kadang, Benny kesulitan uang saat jualan tanah masih sepi seperti empat tahun terakhir.



Lanjutnya, Benny sudah main tanah sejak muda. Sejak Benny masih berada di Solo.

"Awalnya karena ia jengkel: setiap Batik Keris mau memperluas pabrik harga tanah di sebelahnya sudah naik," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Benny merupakan cucu pendiri Batik Keris, Kasom Handoko Tjokrosapoetro. Karena kebutuhan lahan, Benny muda memutuskan agar membeli tanah yang luas sekalian sehingga kapan pun pabrik diperluas tidak jengkel lagi.

"Ternyata perkembangan Batik Keris tidak terus memerlukan perluasan pabrik. Ternyata jualan rumah lebih cepat mendapat uang --daripada jualan batik," terang Dahlan.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com