Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Jan 2020 16:34 WIB

Perang Dagang Berakhir, China atau AS yang Untung?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Reuters
Jakarta - Amerika Serikat (AS) telah menandatangani perjanjian dagang dengan China. Dari kesepakatan yang dihasilkan, China yang dianggap paling diuntungkan ketimbang AS untuk jangka panjang.

Dikutip detikcom dari New York Times, Kamis (16/1/2020), banyak elemen dari kesepakatan kedua negara yang bakal membuat ekonomi China lebih kuat. China pun akan lebih inovatif karena dari kesepakatan yang dibuat, China akan menahan diri dari memaksa perusahaan asing yang beroperasi di China mentransfer teknologi mereka ke perusahaan domestik.

Ekonomi China juga dinilai akan mendapatkan dorongan jangka pendek dari kesepakatan perdagangan. Langkah-langkah stimulus, seperti lebih banyak pengeluaran oleh pemerintah daerah, pajak yang lebih rendah, dan lebih banyak kredit bank. Gencatan senjata yang dilakukan juga dapat membantu mengurangi kemerosotan sentimen bisnis dan investasi di China.


Di sisi lain, perjanjian fase satu AS dan China juga dinilai tidak menyelesaikan banyak masalah, sehingga ketegangan antara kedua negara dapat berlanjut sewaktu-waktu. Tetapi setidaknya gencatan senjata masih lebih baik daripada terus melakukan perang tarif.

Sebagai bagian dari kesepakatan, China telah setuju untuk meningkatkan pembelian produk dari Amerika Serikat untuk meredakan kemarahan Presiden Trump.

Kesepakatan itu diharapkan akan membawa beberapa perubahan signifikan untuk ekonomi Amerika meskipun efek jangka panjangnya diperkirakan akan menguntungkan China.


Perang Dagang Berakhir, China atau AS yang Untung?


Simak Video "Jokowi Antisipasi Dampak Perang Dagang AS-China"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com