2 Tahun Ribut-ribut, AS-China Mulai Rujuk soal Perang Dagang

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 17 Jan 2020 06:51 WIB
2 Tahun Ribut-ribut, AS-China Mulai Rujuk soal Perang Dagang. Foto: Reuters

Ketegangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia kemungkinan berlanjut tahun ini. Keduanya akan memasuki pembicaraan lebih lanjut yang diperkirakan lebih sulit dibandingkan fase pertama.

Ditambah lagi Uni Eropa tak bisa berkutik karena perselisihan dagang dengan negeri Paman Sam. Kemudian Inggris yang jika lepas dari Uni Eropa harus menjalin hubungan dagang baru dengan mitra ekspor terbesarnya.

"Apakah kita berada di tempat yang pas? Tidak," kata Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dikutip dari CNN, Kamis (16/1/2020). Namun ia mengatakan bahwa ini adalah langkah yang baik.

Para ekonom dan analis pasar tetap mewaspadai apakah kedua negara bisa membuat kemajuan yang lebih serius, misalnya permintaan AS agar China bisa mengurangi perannya dalam perekonomian negara tersebut.

"Ini tidak menandai berakhirnya ketegangan antara AS dan China," tulis analis Capital Economics.


Sebanyak dua pertiga impor AS dari China sekitar US$ 370 miliar masih akan dikenakan tarif setelah perjanjian ini diteken. Lebih dari setengah ekspor AS ke China juga begitu.

"Penurunan tarif adalah hal yang baru," tulis Chad Brown, mantan ekonom Bank Dunia.

China dinilai yang paling diuntungkan dengan kesepakatan yang dicapai, ketimbang AS. Benarkah?
Selanjutnya
Halaman
1 2 3