Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Jan 2020 20:30 WIB

Kerajaan Fiktif Jadi Kedok Tipu-tipu untuk Perbaikan Ekonomi

Danang Sugianto - detikFinance
Keraton Agung Sejagat/Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Jakarta - Belakangan ini publik dihebohkan munculnya sederet 'kerajaan' baru seperti Keraton Agung Sejagat (KAS) dan Sunda Empire-Earth Empire. Ada juga masyarakat menganggap munculnya kerjaan fiktif ini sebagai hiburan semata.

Namun jika dilihat dari perspektif lain, munculnya kerajaan fiktif ini bisa jadi ada hubungannya dengan kondisi ekonomi. Apalagi mereka menawarkan kehidupan yang lebih baik jika menjadi pengikutnya.


Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai kerajaan-kerajaan fiktif ini bisa jadi berbahaya. Bagi masayarakat yang sudah frustrasi terhadap ekonomi bisa saja menjadi korban dari kedok ini.

"Kenapa munculnya beberapa bulan belakangan ini, jadi tanda tanya, jangan-jangan banyak orang frustrasi lihat ekonomi saat ini, kemudian mencari alternatif," ujarnya kepada detikcom, Jumat (17/1/2020).


Bhima menilai pemerintah sebaiknya melakukan tindakan pencegahan sebelum timbul banyak korban. Sebab hal ini sudah masuk ranah penipuan.

"Jadi polisi kalau cium ada gerakan yang tidak beres di masyarakat langsung ditangkap saja. Bahkan sebelum ada laporan dari masyarakat," tambahnya.

Dia juga menyarankan pemerintah agar memberikan pemahaman bagi masyarakat yang sudah menjadi pengikutnya. Pemerintah juga diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak lagi agar mereka tidak tergiur halusinasi yang menyesatkan.


Kerajaan Fiktif Jadi Kedok Tipu-tipu untuk Perbaikan Ekonomi


Simak Video "Buka-bukaan Pengikut 'Jenderal' Bintang 3 soal Keraton Agung Sejagat"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com