Perundingan Deadlock, Pertamina Ngotot Bor Cepu

Perundingan Deadlock, Pertamina Ngotot Bor Cepu

- detikFinance
Jumat, 25 Nov 2005 20:50 WIB
Jakarta - Perseteruan antara Exxon dan Pertamina soal Blok Cepu makin meruncing. Pertamina akan tetap melakukan pengeboran di Blok Cepu yang dipersengketakan antara Exxon dan Pertamina. Pertamina akan mengindahkan MoU yang telah disepakati antara Pertamina dan Exxon. "Kita akan tetap ngebor Cepu. Sampai saat ini, memang perjanjiannya deadlock," kata Direktur Utama Pertamina Widya Purnama kepada detikcom usai jumpa pers di Kantor Pertamina Pusat Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (25/11/2005).Menurut Widya, MoU yang sudah ditandatangani oleh Pertamina dan Exxon saat ini masa berlakunya sudah habis, sehingga pelaksanaan Cepu harus berdasarkan kontrak kerjasama (KKS) yang baru. "Itu kan masanya sudah habis. Kalau memang deadlock yang akan kita development sendiri. Lagian kan ini perintah presiden agar Cepu cepat di-development," kata Widya.Pertamina menginginkan agar BLok Cepu pada 5 tahun pertama akan dikelola oleh Exxon. "Tapi Exxon menolak itu. Ya nanti kita serahkan ke presiden," kata Widya.Menanggapi pernyataan Widya itu, pengamat perminyakan TN Mahmud menyatakan, kebijakan pemerintah lah harus friendly investor. Ia merujuk bagaimana Malaysia yang sudah mapan ekonominya, masih membutuhkan investor asing untuk mengeksplorasi sumber daya migas mereka. "Karena memang lebih baik pakai uang orang lain daripada pakai uang sendiri. Risikonya besar," kata TN Mahmud.Ia menjelaskan, daripada kita pakai uang negara yang kondisinya saat ini sedang ketat, lebih baik pakai uang investor asing. "Kita bayar upah investor dan tokoh kembali lagi uang ke negara. Pakai uang bank pun kita harus bayar bunga," ungkapnya. "Agak sulit juga mengharapkan dana bank untuk eksplorasi perminyakan di tingkat awal. Risikonya terlalu besar," jelas dia.Menurut dia, kondisi perminyakan kita saat ini kritis karena selama hampir 10 tahun tidak melakukan eksplorasi. Sehingga kalau tak eksplorasi dengan sendirinya produksi terus turun. "Kalau turun kita harus mencari lapangan baru untuk mengisi kekosongan. Kita kehilangan momentum," ujarnya. Mahmud menegaskan, Indonesia harus star up lapangan minyak Blok Cepu dalam waktu sesingkat mungkin. "Pemerintah yang saya tahu berharap agar operasi lapangan sudah beroperasi sebelum akhir tahun ini. Sehingga paling cepat 2008 sudah dapat berproduksi," urainya.Karena biasanya tahap awal butuh lima tahun. Hanya saja untuk kasus ini, eksplorasi sudah dilakukan, mereka sudah tahu dimana saja letak akumulasi minyak, tiga tahun tidak meleset. aaaaaa'rus dikerjakan secara profesional, manajemen yang baik, kontinyu, dengan modal yang cukup, dan tidak boleh ada interupsi," tuturnya (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads