Persediaan Beras Impor Cukup Sampai Akhir November

Persediaan Beras Impor Cukup Sampai Akhir November

- detikFinance
Sabtu, 26 Nov 2005 07:06 WIB
Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan izin impor beras sebanyak 70 ribu ton kepada Bulog, hanya mampu mencukupi sampai akhir November 2005. Mengenai perlu tidaknya impor lanjutan tergantung kebutuhan. "Impor beras tidak ada keputusan harus berapa jumlahnya, karena jumlah akan ditentukan berdasarkan keadaan. Sementara ini tampaknya keadaan masih belum memerlukan," kata Mari usai memberikan penghargaan Produk Dalam Negeri di Hotel Sangrila, Jakarta, Jumat (25/11/2005) tengah malam.Mari menambahkan untuk mengambil keputusan perlunya diberi izin impor lanjutan akan diadakan rapat pembahasan yang sifatnya melibatkan semua pihak. Menurutnya keputusan itu diambil untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen. Untuk ke depan, selain stabilitas juga bertujuan untuk menambah stok nasional."Ke depannya bila membutuhkan, tidak langsung melalui mekanisme impor, tapi mengutamakan penyerapan beras dalam negeri. Sehingga saya tidak bisa bilang ke depannya akan impor lagi atau tidak, karena masih perlu melihat keadaan kembali tentang posisi stok Bulog dan level harga," ujarnyaKeputusan impor, meurutnya juga demi kesejahteraan petani yaitu dapat menjaga Harga Pembelian Petani (HPP). Menanggapi pro dan kontra impor beras ini, Mari dengan santainya tidak memperdulikan penolakan impor beras yang terjadi dimana-mana, terutama penolakan dari petani."Mereka dapat memahami karena pada dasarnya kebijakan ini adalah mementingkan harga di tingkat petani tidak anjlok, selain itu petani termasuk konsumer beras," tegas Mari.Mari mengimbau supaya tidak terlalu meributkan masalah impor beras, karena yang perlu dibahas adalah menjaga produktivitas produksi beras, supaya Indonesia mendapatkan swasembada lanjutan. Selain itu, Mari membantah adanya perbedaan data antara Departeman Perdagangan dengan Departeman Pertanian. "Untuk itu ke depan akan diperbaiki data dengan mensinkronkannya," kata Mari.Gula ImporMengenai harga gula impor yang sudah dipatok Departemen Perdagangan tampaknya tidak akan diutak-atik. Harga di level Rp 5500 per kg di tingkat konsumen belum akan direvisi, karenanya akan diambil langkah lain terlebih dahulu sebelum akhirnya mengkaji perlunya direvisi."Kenapa yang direvisi Rp 5500, kan bisa langkah lain yang dilakukan. Seperti kita harus punya proyeksi harga internasional. Saat ini belum ada arahan mengkaji ulang Harga Eceran Tertinggi Konsumen (HET Konsumen)," kata Mari saat menanggapi pernyataan para importir gula yang menyatakan dengan harga gula internasional yang sedang tinggi berkisar US$ 370 per ton sulit mencapai Rp 5500 per kilo di tingkat konsumen."Rp 5500 itu kan harga operasi pasar, kita optimis harga produk impor tersebut bisa tercapai, karena banyak langkah untuk mencapai kestabilan harga di 5500," jelas Mari. (mly/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads