Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 21 Jan 2020 22:01 WIB

Cara Ganti Sertifikat Tanah yang Rusak karena Banjir

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta - Banjir yang menggenangi Jakarta di awal tahun 2020 membuat barang-barang korbannya rusak. Tak terkecuali surat berharga, seperti sertifikat tanah.

Dirjen Hubungan Hukum Keagrariaan Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana memaparkan solusi bagi masyarakat yang sertifikat tanahnya rusak. Dia menjelaskan apabila sertifikat tanah hanya rusak dan masih ada bentuknya masyarakat cukup minta ganti di kantor BPN terdekat.

"Ada dua prosedur sertifikat rusak. Kalau rusak tapi masih ada bentuknya datang aja ke kantor BPN. Diganti hari itu juga," kata Suyus di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).


Namun apabila sertifikat hilang, ataupun hancur tak lagi berbentuk, Suyus mengatakan prosesnya harus ke Kantor Polisi terlebih dahulu. Membuat surat kehilangan baru mengurusnya di Kantor BPN.

"Namun, apabila sudah hilang, hanyut, atau hancur jadi bubur harus lapor ke polisi. Buat keterangan hilang sama seperti STNK atau BPKB," kata Suyus.

Sebelumnya, Lembaga pemerintah non kementerian, Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI juga membuka layanan pemulihan bagi arsip keluarga korban banjir. Bahkan, layanan ini diberikan secara cuma-cuma.


Masyarakat hanya perlu membawa arsip yang basah atau rusak ke Gedung ANRI. Namun arsip-arsip tersebut disarankan untuk tidak dijemur karena akan merusak struktur kertasnya. Layanan gratis ini bisa didapat di Gedung ANRI, Jl. Ampera Raya No. 7, Cilandak, Jakarta Selatan.

Simak Video "Sertifikat Tanah Disebut Tak Berguna, Jokowi: Kita Lanjutkan!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com