Heboh Virus Corona, Impor Hewan dari China Bakal Dibatasi?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 24 Jan 2020 13:19 WIB
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Virus corona yang telah mewabah di kota Wuhan, China menggemparkan dunia Virus yang sudah menelan 17 korban jiwa di negeri tirai bambu itu termasuk penyakit zoonosis karena bisa menyebar dari hewan ke manusia.

Lantas, bagaimana dengan produk hewan dari China? Apakah impor produk hewan akan dibatasi?

"Karantina harusnya tidak bisa membatasi itu. Karena tergantung izin impor yang mereka (importir) pegang," kata Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian (Barantan) Ali Jamil kepada detikcom, Jumat (24/1/2020).

Namun, Ali menegaskan pihaknya sudah meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk barang impor, yakni pelabuhan dan bandara untuk mengantisipasi jika ada barang terjangkit yang masuk.

"Tapi peningkatan pengawasan di pintu-pintu masuk, wajib kita lakukan dari Barantan," tegas Ali.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Agus Sunanto mengatakan, sejauh ini belum ada barang atau produk impor dari China yang terindikasi virus corona. Selain itu, pihaknya juga masih melakukan pengawasan terhadap penyebaran virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

"Dan ASF masih menjadi konsentrasi pengawasan petugas karantina di bandara maupun pelabuhan laut," papar Agus kepada detikcom melalui pesan singkat.

Menurut keterangan Agus, produk hewan lebih rendah tingkat kerentanannya terhadap virus corona. Utamanya, pengawasan virus corona ini difokuskan pada satwa seperti ular, unta, kelelawar, dan sebagainya.

"Barantan tentunya melakukan pengawasan dan pengetatan lalu lintas hewan, terutama satwa seperti kelelawar, ular, onta dan satwa lain. Produk hewan tetap menjadi perhatian, masuk produk tentunya sudah melalui tahapan proses. Sehingga memiliki resiko lebih rendah dari pada satwanya," terang Agus.

Selain itu, ia membeberkan, untuk impor produk buah-buahan atau hortikultura lainnya dari China lebih rendah risiko.

"Horti, buah, risikonya jauh lebih rendah sepanjang tidak berasal dari daerah yang terjangkit wabah, dan tidak ada satwa penyebab corona virus," ucap dia.

Untuk lebih mendalam ketika melakukan pengawasan, pihaknya akan berdiskusi dengan ahli dan peneliti virus corona. Harapannya, dengan diskusi tersebut pemerintah dapat mengetahui jelas terkait gejala dan penyembuhan virus corona.

"Dalam waktu dekat kami undang diskusi dengan ahli dan para peneliti virus corona di satwa," pungkasnya.

Heboh Virus Corona, Impor Hewan dari China Bakal Dibatasi?


Simak Video "Cerita Haru Dokter-Pasien Sembuh dari COVID-19 di Wuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)