Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 24 Jan 2020 15:56 WIB

Soal Bikin Kebijakan Pakai Feeling, Jokowi: Bahaya!

Danang Sugianto - detikFinance
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berbicara mengenai pentingnya data. Hal itu diucapkannya dalam acara Pencanangan Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020.

Jokowi mengatakan, saat ini data merupakan kekayaan baru. Bahkan menurutnya data jauh lebih berharga dari pada minyak.

"Data yang valid merupakan kunci utama kesuksesan pembangunan negara. Karena data yang akurat sangat penting untuk menyusun perencanaan yang benar. Untuk keputusan yang tepat. Data yang akurat sangat penting untuk eksekusi program tepat sasaran. Jangan sampai memutuskan membuat perencanaan eksekusi program ndak pegang data," ujarnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020).

Jokowi mengaku, dirinya sering mengganggu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto untuk meminta data, baik itu pagi, siang maupun tengah malam. Sebab baginya data merupakan dasar bagi dirinya untuk menentukan perencanaan dalam membuat kebijakan.

"Saya kalau ragu sering kali telepon Pak Kepala BPS, pagi, kadang tengah malam, datanya seperti apa. 'Sebentar pak tunggu', ndak ada 1 jam dikirim. Dari situ perencanaan dimulai. Keputusan tepat bisa dieksekusi, program bisa dieksekusi. Jangan pakai feeling, bahaya," tambahnya.

Oleh karena itu dirinya meminta seluruh kementerian dan lembaga (K/L) serta Pemda mengawal kesuksesan jalannya sensus penduduk 2020. Hasil dari sensus tersebut akan menjadi satu data yang dipegang untuk membuat kebijakan.



Simak Video "Kebijakan 1 Peta Hampir Beres, Jokowi: Tumpang Tindih Lahan Jadi PR"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com