Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 25 Jan 2020 21:17 WIB

Pesan Penting Sri Mulyani ke Prabowo yang Kelola Anggaran Rp 127 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam mengelola anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan). Sebagai informasi, Menhan Prabowo diberi tanggung jawab mengelola anggaran sebesar Rp 127 triliun pada 2020 ini.

Pesan itu disampaikan dalam Rapat Kerja (raker) Nasional Kementerian Pertahanan pada Kamis (23/1/2020), yang juga dimuat dalam akun Instagram Sri Mulyani @smindrawati. Berikut petikannya:

Makin besar negara kita nanti, makin perlu kita untuk meningkatkan pertahanan dan kemanan negara karena akan makin banyak negara yang mempunyai interest terhadap negara kita. Ancaman terhadap pertahanan dan keamanan nasional bisa dari dalam dan luar negeri serta dalam bentuk traditional dan non tradisional. Bahkan non state actor (aktor non negara) saat ini dapat lebih mengancam daripada ancaman sebuah negara. Ancaman perang sekarang harus dilihat dari dinamika interaksi antar manusia dan antar negara dimana sekarang dunia bersifat tanpa batas (borderless).

Kemenhan anggarannya berasal dari rupiah murni yang diambil dari pajak, pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri. Banyak peralatan militer kita dibeli dari luar negeri. Pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) membutuhkan proses yang panjang.

Menteri Pertahanan dan Panglima TNI perlu duduk bersama agar belanja alutsista dapat lebih efisien dan memberikan kepastian. Jangan sampai karena ada pergantian pejabat tinggi Kemenhan atau TNI lalu peralatan yang sudah direncanakan akan dibeli, diganti lagi padahal anggarannya sudah disediakan dan prosesnya harus dimulai lagi dari awal. Jadi ini adalah sesuatu yang harus dipikirkan oleh bapak dan ibu sekalian antara keinginan untuk pengadaan, negara sumber barangnya, sumber pembiayaannya dan proses untuk pengadaannya. Inilah yang saya anggap masih ada kelemahan dari proses pengadaan.

Saya berharap setiap tahun pelaksanaan anggaran tentu bisa dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, sehingga kinerja dari anggaran Kementerian Pertahanan baik untuk belanja prajurit, pegawai dan lain-lain maupun dari sisi belanja barang yaitu untuk pemeliharaan, operasional, dan untuk pembelian barang modal seperti alutsista semuanya bisa dieksekusi sesuai dengan rencana dan dengan baik.

Terima kasih dan selamat kepada seluruh Kementerian Pertahanan dan Panglima serta Kepala Staf untuk menyusun strategi dan juga pengadaan barang dan jasa agar pertahanan dan keamanan Republik Indonesia bisa terus kita bangun secara baik.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan merasa aman dengan Menhan Prabowo yang detail menjelaskan anggaran pertahanan Rp 127 triliun, sekaligus juga mewanti-wanti Prabowo dalam mengelola anggaran.

"Tapi yakin Pak Menhan ini kalau urusan anggaran detail, berkali-kali dengan saya hampir hafal di luar kepala. Ini Pak, di sini Pak, sudah juga saya merasa aman untuk urusan Rp 127 T ini," ujar Jokowi dalam rapat pimpinan Kementerian Pertahanan-TNI-Polri di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

"Harus efisien, bersih, tak boleh ada markup-markup lagi dan yang paling penting mendukung industri dalam negeri kita," sambung Jokowi.



Simak Video "Akrab dengan Sri Mulyani saat Rapat, Ini Kata Prabowo"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com