Tjahjo Kumolo Beberkan Rencana Hapus Tenaga Honorer

Hendra Kusuma - detikFinance
Minggu, 26 Jan 2020 10:40 WIB
Foto: Robby Bernardi/detikcom

Adapun isi dari kesepakatan tersebut berbunyi:

1. Bagi eks THK-II (tenaga honorer kategori II) yang masih memenuhi persyaratan usia di bawah 35 tahun dan kualifikasi pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan UU ASN, UU Guru dan Dosen, serta UU Tenaga Kesehatan, dapat mengikuti penerimaan CPNS tahun 2018 melalui formasi khusus Guru dan Tenaga Kesehatan sesuai kebutuhan organisasi. Eks THK-II yang masih memenuhi persyaratan tersebut sebanyak 13.347. Setelah dilaksanakan proses seleksi CPNS 2018, dari sebanyak 8.765 pelamar terdaftar lulus sebanyak 6.638 guru dan 173 tenaga kesehatan.

2. Bagi eks THK-II yang berusia di atas 35 tahun dan memenuhi persyaratan mengikuti seleksi PPPK khusus untuk Guru, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian sesuai kebutuhan organisasi, maka dilakukan seleksi PPPK akhir bulan Januari 2019 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. Hasil seleksi PPPK sebagai berikut:
• Tenaga guru lulus sebanyak 34.954.
• Tenaga kesehatan lulus sebanyak 1.792.
• Penyuluh pertanian lulus sebanyak 11.670.

"Saat ini masih dalam proses pengangkatan sebagai ASN dengan status PPPK," ungkap Tjahjo.

Dia pun mengimbau kepada seluruh pejabat pembina kepegawaian (PPK) untuk tidak lagi merekrut tenaga honorer. Dia meminta seluruh pejabat daerah menjalankan PP Nomor 48 Tahun 2005 soal larangan perekrutan tenaga honorer.

Hal itu diungkapkannya usai melakukan peluncuran Mall Pelayanan Publik (MPP) di Batang, Jawa Tengah pada hari Kamis, (23/1/2020).

"Sudah tidak lagi angkat kerja honorer, kecuali ada anggaran (Pemda). Jangan sampai membebani anggaran pusat. Ke depan akan bisa tertata rapi dalam upaya untuk membangun sebuah sistem," kata Tjahjo.

lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3