Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 28 Jan 2020 14:16 WIB

Pemerintah Genjot Penghasilan Orang RI, Begini Caranya

Soraya Novika - detikFinance
Ketum Golkar Airlangga Hartarto (Dhika-detikcom) Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Dhika-detikcom)
Jakarta -

Pemerintah berencana menciptakan lapangan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik. Bagaimana caranya?

Hal itu memungkinkan untuk terwujud seiring peningkatan peran Indonesia dalam Rantai Pemasok Global (Global Value Chains/GVCs). Menurut World Bank, GVC adalah suatu proses untuk menghasilkan satu produk barang jadi yang melibatkan beberapa negara mulai dari proses produksi hingga proses pemasarannya.

GVC dapat berperan dalam mendorong peningkatan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan standar hidup suatu negara.

"Ini merupakan waktu yang tepat bagi kita untuk meningkatkan partisipasi dalam GVCs dan menjadi pemain global utama dalam revolusi industri keempat. Tentu saja kita perlu menarik lebih banyak investasi untuk dapat melakukan hal tersebut," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Untuk memperkuat dan memperluas peran Indonesia dalam GVC sehingga menjadi negara dengan industri manufaktur dan jasa yang maju, pemerintah pun menjalankan sejumlah strategi berdasarkan program prioritas pemerintah.


Mulai dari penyederhanaan regulasi melalui Omnibus Law (khususnya RUU Cipta Lapangan Kerja dan RUU Perpajakan) hingga implementasi Online Single Submission (OSS) versi terbaru.

"Melalui transformasi kebijakan itu, pemerintah bertekad membuat kebijakan yang dapat mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi dan memastikan bahwa setiap pekerja dapat meningkatkan keterampilan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak," tambahnya.

Salah satu wujud atas tekad tersebut, dapat dilihat dari kebijakan pendidikan kejuruan (vokasi) untuk mempercepat investasi SDM dengan merevitalisasi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Hal ini didukung dengan adanya super deduction tax dan pelatihan melalui program Kartu Pra-Kerja.

Selain itu, Indonesia akan bertransformasi dari negara yang mengekspor bahan mentah menjadi negara yang mengekspor barang-barang industri.

"Perjanjian perdagangan juga akan dieksplorasi untuk lebih meningkatkan keikutsertaan Indonesia dalam GVC. Salah satunya melalui Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang akan diimplementasikan pada 2021/2022," paparnya.


Biaya logistik pun berhasil diturunkan dengan adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan meningkatkan konektivitas. Saat ini terdapat 92 PSN dan 15 KEK yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Tingkat partisipasi Indonesia dalam GVC juga dapat kita ditingkatkan dengan menerapkan strategi peningkatan daya saing nasional dan pertumbuhan ekonomi yang adil, sehingga nilai tambah ekspor Indonesia meningkat dan berkontribusi lebih besar pada kegiatan perdagangan," tutupnya.



Simak Video "Respons Airlangga Usai Disindir Menteri Urus Parpol di Jam Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com