Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 28 Jan 2020 16:52 WIB

Stok Tipis, Harga Cabai di Yogyakarta Tembus Rp 85.000/Kg

Usman Hadi - detikFinance
Harga cabai di Yogyakarta tembus Rp 85.000/kg Pedagang cabai di Pasar Beringharjo/Foto: Usman Hadi/detikcom
Jakarta -

Harga cabai di Pasar Beringharjo Yogyakarta tembus Rp 85.000/kilogram (kg). Padahal sebulan yang lalu harga cabai rawit di salah satu pasar tradisional terbesar di Yogya ini hanya Rp 30.000/kg

"Harga cabai rawit merah sekarang Rp 85.000, rawit hijau Rp 48.000 Padahal di waktu normal harga cabai rawit merah Rp 30.000," jelas salah satu pedagang di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Samiyem (55), kepada wartawan, Selasa (28/1/2020).

Tak hanya cabai rawit, harga seluruh jenis cabai di Pasar Beringharjo juga melonjak. Di antaranya cabai teropong merah yang kini dijual Rp 80.000 dan cabai teropong hijau Rp 30.000 Padahal sebelumnya cabai teropong merah dijual Rp 20.000

"Untuk cabai keriting merah sekarang dijual Rp 65.000, sebelumnya Rp 20.000," ujar pedagang asal Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, tersebut.

Samiyem mengatakan, harga cabai di Pasar Beringharjo mulai melonjak sejak akhir Desember 2019 hingga awal Januari 2020. Kenaikan harga cabai ini diduga karena stoknya mulai menipis.

"Ya barangnya sulit sekarang karena dari sananya sudah tidak ada. Kalau di sini (Pasar Beringharjo) ngambil di Pasar Muntilan dan Pasar Parakan. Biasanya lancar stoknya banyak, tapi sekarang agak sulit," sebut Samiyem.

"Pedagang dari mana saja biasanya nyetori satu bagor, dua bagor (ke Pasar Beringharjo). Sekarang dimintai 10 Kg tidak ada barangnya, jadi dari sana kan juga tidak ada barangnya. Pasar kulakan itu kebanyakan Muntilan," sambungnya.

Naiknya harga cabai ini dikeluhkan para warga. Di antara yang keberataan ialah Yuni (45), warga Mergangsan, Kota Yogyakarta. Akibat kenaikan harga ini, Yuni, tak berani mengambil cabai dengan jumlah banyak.

"Kalau saya biasanya beli setengah kilogram, kalau sekarang seperangkat kilogram saja lah. Ya karena mahal nanti kalau membuat sambal yang biasanya pedas ya sekarang dikurangi pedasnya, begitu caranya," tutupnya.



Simak Video "Harga Cabai di Kendari Meroket, Tapi Tetap Dicari"
[Gambas:Video 20detik]
(ush/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com