Pertamina Setor Dividen Rp 12 Triliun Tahun 2005

Pertamina Setor Dividen Rp 12 Triliun Tahun 2005

- detikFinance
Senin, 28 Nov 2005 12:09 WIB
Jakarta - Dengan alasan rugi, Pertamina berniat menaikkan harga elpiji. Padahal pada kenyataannya kantong Pertamina sebenarnya masih cukup tebal. Buktinya, pada tahun 2005 ini saja, Pertamina berniat menyetor dividen ke kas pemerintah sebesar Rp 12 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Pertamina Mustiko Saleh yang ditemui wartawan di sela-sela mengikuti rapat kerja di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2005).Namun sayangnya Mustiko tidak memberi penjelasan lebih lanjut mengenai dividen ini. Yang pasti, sebelumnya, Dirut Pertamina Widya Purnama memrediksi laba bersih BUMN berlogo kuda laut ini mencapai Rp 11,3 triliun.Dari laba yang diperoleh tahun 2005 tersebut, 80 persen berasal dari industri hulu dan sisanya berasal dari industri hilir. Untuk laba tahun 2006, Pertamina memroyeksikan angkanya mencapai dua kali lipat sebesar Rp 22,4 triliun. Konsumsi BBM TurunMustiko juga menyampaikan data turunnya konsumsi BBM jenis premium, minyak tanah dan solar bersubsidi rata-rata sebanyak 19 persen pada bulan Oktober, setelah kenaikan harga hingga 100 persen lebih.Untuk jenis premium pada September sebesar 54,8 ribu kiloliter dan turun sebesar 24 persen menjadi 41,8 ribu kiloliter pada Oktober.Minyak tanah turun dari 32,5 ribu kiloliter menjadi 27,9 ribu kiloliter atau turun 14 persen. Sedangkan solar turun dari 81,3 ribu kiloliter menjadi 67,1 kiloliter pada Oktober turun sekitar 18 persen.Mustiko menambahkan, pada prinsipnya Pertamina tetap siap melaksanakan penyaluran BBM lewat tugas pelayanan publik (PSO) hingga 31 Desember dengan menggunakan pola PSO lama yakni cost and fee.Pertamina juga masih menginginkan PSO tetap dipegang di semua wilayah Indonesia. "Hal ini kita minta karena Pertamina masih menanggung subsisi elpiji sebesar Rp 1 triliun," ujarnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads