Investasi China di RI Bisa Merosot Gara-gara Virus Corona

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 29 Jan 2020 13:44 WIB
Penyebaran Novel Coronavirus (2019-nCoV) telah meluas ke sejumlah negara, termasuk Kamboja. Para siswa pun diimbau kenakan masker saat beraktivitas di sekolah.
Foto: AP Photo/Heng Sinith
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan investasi dari China ke Indonesia bakal melambat bila Negeri Tirai Bambu tak mampu menyelesaikan masalah virus corona dengan cepat.

"Kalau sampai dengan 2 bulan (masalah virus corona) nggak selesai, saya bisa memastikan bahwa pertumbuhannya akan menurun realisasi investasi kita dari China karena pasti mereka nggak akan produktif," kata Bahlil dalam Konferensi Pers di BKPM, Jakarta Selatan, (29/1/2020).

Menurutnya saat ini aktivitas di China sedang teralihkan untuk menangani virus corona. Itu sebabnya investasi dari negara tersebut ke Indonesia akan terpengaruh.

"Dalam jangka pendek kita harus mengakui bahwa ada tren (investasi) menurun akibat karena virus corona, karena aktivitas orang China sekarang lagi berpikir tentang bagaimana menyelesaikan kasus virus ini. Kita tunggu lah," lanjutnya.

Namun jika seandainya dalam dua minggu ini China mampu mengatasi virus corona maka tidak akan memberi dampak terhadap investasi. Lalu untuk investasi yang sudah berjalan tidak akan terpengaruh.

"Kalau dua minggu ini bisa mereka clear-kan, saya pikir tidak ada masalah karena investasi mereka itu sudah jalan, kecuali investasi baru yang bisa di-pending. Tapi kalau sudah konstruksi itu nggak akan mungkin berhenti, pasti dia akan jalan terus. Itu psikologi pengusahanya," tambahnya.



Simak Video "Airlangga: 143 Perusahaan Asing Mau Investasi ke RI"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)