DPR Bahas Dadakan Rencana Kenaikan Elpiji

DPR Bahas Dadakan Rencana Kenaikan Elpiji

- detikFinance
Senin, 28 Nov 2005 12:55 WIB
Jakarta - Komisi VII DPR membelokkan agenda rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro.Semula rapat beragenda pembahasan public service obligations (PSO) distribusi BBM bersubsidi, namun jadinya membahas masalah rencana kenaikan elpiji 41 persen pada awal tahun 2006.Isu kenaikan elpiji dianggap lebih penting, karena Pertamina berencana menaikkan elpiji dalam waktu dekat.Mendapat desakan dari anggota DPR, akhirnya Menteri ESDM mengikuti agenda raker Komisi VII untuk membahas masalah elpiji.Karena ini agenda dadakan, tidak tampak Dirut Pertamina Widya Purnama yang sebenarnya suaranya paling penting didengar, untuk mengetahui alasan kenaikan elpiji tersebut.Anggota DPR Alvin Lie mengaku, dirinya menyangsikan pernyataan Widya Purnama yang mengatakan tidak ada kenaikan elpiji sampai 31 Desember 2005."Kalau memang begitu, jika nanti harga elpiji naik pada 1 Januari 2006, itu berarti Dirut Pertamina lepas tanggung jawab," kata Alvin dalam raker Komisi VII di Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (28/11/2005).Dia mengatakan, Pertamina tidak perlu menaikkan elpiji, karena masyarakat sudah terbebani kenaikan harga BBM sebelumnya.Hal yang sama juga diungkapkan oleh anggota Komisi VII dari PDIP Sonny Keraf, yang menilai kenaikan elpiji akan sangat memberatkan masyarakat.Sonny menuntut Pertamina menjelaskan perhitungan harga elpiji, sehingga dapat diketahui harga sebenarnya.Pertamina berencana menaikkan harga elpiji dari Rp 4.250 per kilogram menjadi Rp 6.000 per kilogram pada awal tahun depan, dengan alasan penjualan elpiji masih terus merugi. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads