China Salip Investasi Jepang di RI, Ini Kata Luhut

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 29 Jan 2020 20:30 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Di tahun 2019, Singapura dan China menjadi negara yang paling banyak mengucurkan investasi ke Indonesia. Hal ini sesuai dengan data realisasi investasi yang diumumkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Di tahun lalu, China berhasil menyalip Jepang yang sebelumnya menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan investasi terbanyak ke Indonesia.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah berusaha menjaring lebih banyak negara untuk berinvestasi ke Indonesia. Jadi kini tidak ada lagi dominasi investasi dari satu negara.

"Nggak juga, sekarang kau lihat lah Australia mau masuk, Middle East masuk, Jepang masuk, Amerika masuk. Nggak bisa lagi dibilang didominasi salah satu negara," kata Luhut ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

Dia mencontohkan Uni Emirat Arab (UEA) dari Timur Tengah, bahkan Amerika Serikat (AS) juga menanamkan modalnya ke Indonesia. Kedua negara itu disebut Luhut baru pertama kali melakukan investasi di Indonesia.

"Middle East, Amerika itu belum pernah masuk. Sekarang masuk. Ya nanti berimbang lah," kata Luhut.

Berdasarkan data BKPM, selama periode Januari-Desember 2019, investasi dari Singapura US$ 6,5 miliar, disusul China US$ 4,7 miliar, lalu Jepang US$ 4,3 miliar, Hong Kong US$ 2,9 miliar, dan Belanda US$ 2,6 miliar.

Sementara periode Januari-Desember 2018, investasi dari Singapura adalah US$ 9,2 miliar, disusul Jepang US$ 4,9 miliar, lalu China US$ 2,4 miliar, Hong Kong US$ 2 miliar, dan Malaysia US$ 1,8 miliar.



Simak Video "Luhut: Laju Penyebaran Covid-19 Menurun 7 Hari Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)