115 Juta Orang RI Rentan Kembali Miskin, Ini Kata Sri Mulyani

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 30 Jan 2020 13:42 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Laporan Bank Dunia yang berjudul Aspiring Indonesia-Expanding the Middle Class menyebutkan bahwa ada 115 juta penduduk Indonesia rentan kembali miskin. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini Omnibus Law bisa menjadi penangkalnya.

Bank Dunia mencatat selama 15 tahun terakhir, Indonesia telah membuat kemajuan luar biasa dalam mengurangi tingkat kemiskinan yang sekarang berada di bawah 10%. Selama periode itu kelas menengah Indonesia tumbuh dari 7% menjadi 20% dari total penduduk atau sekitar 52 juta orang.

Namun yang perlu diperhatikan adalah masyarakat miskin yang baru saja keluar dari garis kemiskinan. Jumlahnya mencapai 45% dari penduduk Indonesia atau sebanyak 115 juta orang.

Mereka belum masuk ke kelas menengah dengan kondisi keuangan yang aman. Sebelum masuk ke posisi itu mereka sangat rentan untuk kembali lagi ke bawah garis kemiskinan.

Bank dunia menilai mendukung jutaan orang yang memiliki aspirasi untuk menjadi bagian kelas menengah, Indonesia perlu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dengan upah yang lebih baik. Untuk mencapai itu memerlukan perbaikan lingkungan usaha dan investasi pada infrastruktur.

Sri Mulyani pun sepakat, untuk mencapai kelas menengah, mereka yang baru saja keluar dari garis kemiskinan memang memerlukan pekerjaan dengan gaji yang mumpuni.

"Ya pada dasarnya yang disebut middle class adalah mereka yang bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang baik. Karena itu kita memikirkan bagaimana menciptakan lingkungan untuk mengembangkan lapangan pekerjaan," tuturnya di Energy Building, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Selama ini menurutnya Indonesia selalu terkendala masalah regulasi yang panjang dan berbelit. Alhasil investasi sulit terealisasi. Padahal investasi yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

"Apakah Omnibus Law menjadi salah satu yang mendorong kelas menengah? Ya jelas iya. Karena tujuannya untuk menciptakan lapangan pekerjaan," tambahnya.

Draf RUU Omnibus Law saat ini tengah dimatangkan oleh pemerintah sebelum digodok bersama DPR RI. Namun belakangan sering menimbulkan polemik, khususnya Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Sri Mulyani menilai apa yang terjadi sebenarnya lantaran seluruh pihak membaca draf lama yang belum mengalami perubahan. Dirinya berharap seluruh pihak sabar menanti selesainya seluruh Omnibus Law yang berjumlah 4 undang-undang.

"Naskah yang beredar bukan naskah yang official. Toh kita belum sampaikan ke DPR," tutupnya.



Simak Video "Momen Menkeu Sri Mulyani Puji Lulusan STAN Ini Perempuan Hebat"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)