Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 30 Jan 2020 16:37 WIB

Sapi Ternak Bakal Ditempel Cip Agar Tak Disembelih Buat Kurban

Trio Hamdani - detikFinance
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis memeriksa sejumlah hewan kurban jelang Idul Adha. Dari pemeriksaan itu ditemukan puluhan sapi tak layak kurban. Foto: Dadang Hermansyah
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bakal mengawasi sapi ternak melalui penempelan cip. Benda tersebut akan dipasang ke sapi agar bisa dipantau guna menghindari penyembelihan.

Dirinya tidak ingin kecolongan, misalnya sapi yang seharusnya untuk ternak malah dijadikan sapi potong. Rencana tersebut masih dimatangkan sebelum diterapkan.

"Kita hitung dulu baik-baik. Kan mendatangkan ini nggak mudah. Kemudian sesudah itu di mana diletakkan, gimana, siapa yang harus penerimanya. Sesudah itu dikasih cip, dikasih anting-anting kan. Sesudah itu nanti kita cek, nggak boleh dia nanti jadi (sapi untuk) kurban tiba-tiba, gitu lho," kata dia ditemui di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Namun Limpo belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait rencana tersebut. Yang jelas saat ini mulai dipersiapkan. Dia juga menjelaskan bahwa itu sudah menjadi perintah untuk dilaksanakan.

"Sapinya saja juga belum datang, ini baru dalam hitung-hitungan. Tapi hal ini sudah perintah sih, jadi harus," tambahnya.

Dia menjelaskan Indonesia perlu menambah produksi sapi hingga 300 ribu ton, setara 1,7 juta ekor. Itu untuk memenuhi kebutuhan daging sapi 700 ribu ton yang baru bisa dipenuhi 400 ribu ton.

"Kita cari ganjalannya. Kalau begitu intervensi kita adalah di kepala kita 300 ribu ton yang harus dipersiapkan. Itu setara kurang lebih antara 1,3 juta ekor sampai dengan 1,7 juta. 10 ribu saja banyak banget apalagi 1 juta kan?," jelasnya.



Simak Video "Mentan Targetkan Satu Data Pertanian Rampung 1 Desember"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com