Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 31 Jan 2020 21:45 WIB

Alasan Sri Mulyani Ajak Mirza Adityaswara Gabung Kemenkeu

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Sri Mulyani membahas kondisi ekonomi di tahun 2020. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasannya melibatkan Mirza Adityaswara ke Kementerian Keuangan. Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini menjadi Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan.

Sri Mulyani menyebut perekrutan tenaga ahli bukan suatu hal yang baru di Kementerian Keuangan. Khusus untuk Mirza Adityaswara akan mengawal sektor keuangan sesuai dengan pengalamannya di Bank Indonesia.

"Kami sekarang kebetulan Minta Pak Mirza karena kami menganggap tugas kami di KSSK begitu penting dan dengan pengalaman Pak Mirza akan menjadi jembatan yang makin baik untuk bisa meningkatkan kapasitas dari kami di Kemenkeu sebagai Ketua KSSK maupun ada sekretariat KSSK di dalam struktur kita," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Selain Mirza, Sri Mulyani juga melibatkan beberapa sosok penting seperti Kiki Verico yang menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Industri dan Perdagangan Internasional.

"Kiki Verico, spesialisasinya di bidang industri saya melihat begitu banyak sekali sekarang keinginan untuk melakukan ekonomi transformasi dan structure ekonomi," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun merasa beruntung lantaran dua figur yang cukup terkenal di sektor perekonomian ini mau bergabung ke Kementerian Keuangan.

"Pak Mirza, waktu kami minta, bersedia bantu untuk sektor keuangan keseluruhan, tentu kami akan kerjakan bersama-sama karena beliau juga pernah jadi deputi senior dan tahu betul KSSK berfungsi, sektor-sektor keuangan mana dari sisi pendalaman yang perlu untuk diperkuat. Jadi itu suatu tambahan yang sangat baik bagi kami," ungkap dia.

Sri Mulyani resmi melantik tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Staf Ahli) di Kemenkeu dan empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (inspektur) di lingkungan Inspektorat Jenderal. Tiga orang staf ahli tersebut yaitu Yon Arsal sebagai Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak, Nufransa Wira Sakti sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, dan And. Kunta Wibawa Dasa Nugraha sebagai Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengenalkan lima Staf Khusus Menteri Keuangan dan dua Tenaga Ahli Menteri Keuangan. Lima Staf Khusus Menteri Keuangan dimaksud yaitu:
1. Mohamad Al-Arief, sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis;
2. Bobby Achirul Awal Nazief, sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Sistem Informasi dan Teknologi;
3. Masyita Crystalin, sebagai Staf Khusus Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi;
4. Titik Anas, sebagai Staf Khusus Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Regional;
5. Candra Fajri Ananda, sebagai Staf Khusus Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Sektoral.

Sementara itu, dua Tenaga Ahli Menteri Keuangan, yaitu:
1. Mirza Adityaswara, sebagai Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan; serta
2. Kiki Verico, sebagai Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Industri dan Perdagangan Internasional.



Simak Video "Sri Mulyani Beberkan Awal Mula Adanya Sikap Intoleran di Kemenkeu"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com