Impor Pangan China Disetop Demi Cegah Corona, Pengusaha Harus Terima

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 03 Feb 2020 15:17 WIB
Pedagang merapihkan jeruk di Pasar Petak 9, Jakarta, Selasa (17/02/2015). Menjelang hari raya Imlek yang jatuh pada (19/02/2015), para pedagang buah jeruk laris manis diserbu pembeli. Harga jeruk pun bervariasi, mulai dari Rp. 150.00/boks hingga Rp.600.000. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah menghentikan sementara impor bahan pangan, produk makanan, dan minuman dari China demi menghadang penyebaran virus corona ke Indonesia. Sehingga, importir komoditas pangan, produk makanan dan minuman tak bisa mengajukan izin impor untuk saat ini.

Untuk itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto meminta agar para pelaku usaha yang biasa mengimpor dari China ini menerima kondisi yang ada.

"Spesifiknya berkaitan dengan makanan dan minuman itu harus sementara disetop. Ditunda lah. Ya bagi pengusaha harus terima, memang begitu kondisinya," kata Agus usai meninjau harga bahan pangan di Pasar Senen, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Ia menegaskan, mengenai impor produk yang langsung dikonsumsi ini harus hati hati, mengingat virus corona sudah menewaskan 362 korban jiwa per hari ini.

"Kita juga harus berhati-hati untuk mengimpor sekarang ini, jadi bukan saya nggak mau. Tapi kita nanti tunggu situasi kondisinya, kalau kita impor sekarang apa mau nanti makanan terjangkit virus itu? Kan nggak mau," tegas Agus.

Untuk itu, meski impor disetop sementara, Agus mengimbau agar pengusaha melaporkan data pasokan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

"Jangan sampai nanti sebenarnya hitungan pasokan masih ada ternyata. Di lapangan bilang tidak ada. Memang ya ini kan situasi usaha ya. Tapi harus kita ini harus menciptakan iklim usaha yang sejuk. Makanya ini kita antisipasi dengan kondisi-kondisi sekarang ini. Sekali lagi kaitannya dengan impor memang kita setop sementara karena itu akan membahayakan bagi penduduk Indonesia kita semua," paparnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menuturkan, atas penghentian sementara impor pangan dari China ini maka pasokan harus dijaga dari produksi dalam negeri.

"Kita memang men-delay, ya kita delay. Tetapi kalau di-delay kan tidak boleh kekurangan pasok. Itu yang saya siapkan," tutur Syahrul.

Dengan adanya kebijakan menghentikan impor untuk sementara ini, ia meminta para pengusaha tak memakai jalur-jalur ilegal untuk mengimpor pangan dari China.

"Jangan sampai ini jadi akal-akalan pedagang untuk mau impornya lebih cepat. Padahal Pak Mendag sudah bilang ini ada persoalan di virus corona yang harus kita waspadai," ungkap Syahrul.

Menambahkan Syahrul, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan, pihaknya memang menahan pengajuan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih yang memang sebagian besar diimpor dari China.

"(RIPH bawang putih) belum (dikeluarkan), kan sedang corona. Jadi kita harus hati-hati. Bukan nggak diterima, masih kita proses," pungkas Prihasto.

Impor Pangan China Disetop Demi Cegah Corona, Pengusaha Harus Terima


Simak Video "China Dihantui Kasus Impor Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)