Ongkos Kirim Pangan Pakai Pesawat Mahal, Mentan Mau Minta Subsidi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 03 Feb 2020 16:45 WIB
Pesawat kecil atau yang biasa disebut (perintis) Susi Air mengantarkan masyarakat dari Bandar Udara Nunukan menuju Bandra Udara Yuvai Semaring Krayan, Kalimantan Utara.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mau membuka opsi pengiriman bahan pangan di dalam negeri menggunakan pesawat dari yang biasanya menggunakan kapal laut.

Namun, distribusi bahan pangan dengan pesawat menelan biaya yang cukup tinggi. Sehingga ia ingin meminta subsidi ongkos distribusi dengan pesawat kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

"Soalnya ada di hilir bagaimana transportasi laut kita tingkatkan menjadi transportasi udara, dan kami sudah sepakat untuk membicarakan dengan Kementerian Perhubungan dan lain-lain yang bisa untuk bisa memfasilitasi," kata Syahrul di Pasar Senen, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Syahrul menuturkan, ia akan mendiskusikan permintaan subsidi ongkos distribusi ini ke Budi Karya.

"Harus-harus, ini yang saya bicarakan dengan beliau (Menhub)," ujar Syahrul.

Ia menerangkan, perbedaan ongkos distribusi kapal laut dengan pesawat mencapai Rp 20.000 per kilometer (km). Sehingga, penggunaan pesawat sebagai fasilitas distribusi bahan pangan dalam negeri belum bisa optimal saat ini.

"Ini hari sudah mulai tembus cuma bedanya memang cukup besar naik kapal laut dengan pesawat. Bedanya per kilometer itu Rp 20.000," papar dia.

Namun, untuk saat ini demi menstabilkan harga cabai rawit merah yang sudah tembus Rp 90.000 per kilogram (kg) di Jakarta dan sekitarnya, pihaknya mengirim pasokan dari Kalimantan dan Sulawesi dengan pesawat. Hal ini dilakukan untuk mempercepat masuknya pasokan cabai rawit ke pasar-pasar di Jakarta dan sekitarnya, sehingga harga bisa kembali normal.

"Intervensinya kan pakai kapal laut, sekarang sudah pakai pesawat. Berarti ada permainan yang menunggu sekian lama sehingga terjadi lonjakan lonjakan, ini biasa supply and demand bermain seperti itu. Karena itu kita ambil pasoknya yang jauh itu dari Sulawesi ada juga dari Kalimantan Selatan, dan itu yang kita intervensi hari ini," imbuhnya.

Pasokan cabai rawit merah itu kemudian diguyur ke Pasar Senen melalui Toko Tani Indonesia (TTI) yang menjual dengan harga Rp 40.000/kg. Harapannya, dengan memasok cabai rawit merah tersebut, harganya bisa kembali normal.

Ongkos Kirim Pangan Pakai Pesawat Mahal, Mentan Mau Minta Subsidi


Simak Video "Deflasi Bahan Pangan, Jokowi: Daya Beli Masyarakat Menurun"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)