Tengah Malam Nanti, Penerbangan RI-China Resmi Disetop

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 04 Feb 2020 05:50 WIB
Pesawat tipe A-330 milik Batik Air melakukan persiapan untuk menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China, di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Sabtu (1/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/gp/hp.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal


Pemerintah sendiri akan terus melakukan rapat antar sektoral guna membahas dampak ekonomi dari keputusan yang diambil tersebut seperti ke industri pariwisata dan penerbangan. Termasuk dampaknya kepada ekonomi secara keseluruhan.

"Dalam dua-tiga hari mendatang kita akan membahas dalam rapat hal-hal yang berkaitan dengan akibat-akibat ekonomi dari kegiatan penundaan penerbangan dari dan ke China. Oleh karenanya daya menugaskan Dirjen Udara dan Laut untuk membatasi. Kami akan laporkan dalam suatu ratas. Kita akan bahas bagaimana upaya kita," kata Budi.

Budi mengatakan, pemerintah mengambil keputusan penundaan penerbangan dari dan ke China itu lantaran mengacu pada rekomendasi yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO).

"Dalam hal menentukan bahwa bagaimana tingkat bahaya virus kita sepakat WHO kita pakai sebagai acuan. Sehingga saya mengeluarkan rekomendasi maka kami melaporkan kepada presiden dan kemarin diputuskan tidak dilaksanakan penerbangan dari dan ke China," tambahnya.

Lalu bagaimana nasib penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket?



Simak Video "Sebaran 2.248 Kasus Baru Covid-19 RI 30 Juni, Terbanyak DKI Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]