Kok Barang Impor Via Batam Juga Kena Pajak? Ini Penjelasannya

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 04 Feb 2020 16:32 WIB
Ilustrasi Kota Batam (Antara Foto)
Foto: Ilustrasi Kota Batam (Antara Foto)
Jakarta -

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan telah memberlakukan bea masuk barang impor via online atau e-commerce. Ketentuan ini berlaku untuk barang yang harganya di atas US$ 3 atau Rp 45.000 (kurs Rp 15.000).

Selain itu, barang yang dikirim dari Batam ke wilayah lainnya di Indonesia juga kena bea masuk yang sama. Kepala Sub Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Deni Surjantoro mulanya menjelaskan Batam merupakan kawasan perdagangan bebas. Barang impor dari luar negeri ke situ tidak kena bea masuk.

"Karena Batam adalah kawasan bebas, jadi barang-barang yang masuk Batam dari luar negeri itu kan tidak dipungut bea masuk. Barang apapun yg masuk ke Batam sebagai kawasan bebas maka dia tidak dipungut bea masuk," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (4/2/2020).

Namun jika barang impor yang dikirim ke Batam kemudian dikirim lagi ke wilayah lain di Indonesia, dia akan dikenakan bea masuk, dengan catatan barang yang dimaksud harganya di atas US$ 3 atau Rp 45.000 (kurs Rp 15.000).

"Nah apabila barang itu dikeluarkan dari Batam ke wilayah Indonesia lainnya kalau barang dari luar negeri maka berlaku seperti juga barang kiriman yang nasional," jelasnya.

Lalu bagaimana untuk barang yang diproduksi di Batam lalu dikirim ke wilayah lain di Indonesia? Deni menjelaskan itu tidak dipungut bea masuk, hanya PPN sebagaimana mestinya.

"Pertanyaan berikutnya adalah, kan ada barang asli produksi Batam. Itu bukan barang impor. Maka barang asli produksi Batam itu seperti yang sudah berlaku sebelumnya, dia hanya dikenakan PPN 10% tapi PPN-nya PPN penyerahan biasa," tambahnya.



Simak Video "Kejaksaan Agung Tahan 3 Pejabat Bea Cukai Batam"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)