Dubes China Sesalkan RI Setop Penerbangan, Ini Respons Pemerintah

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 04 Feb 2020 18:21 WIB
Turis China di Solo
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Tepat pada Rabu pukul 00.00 WIB pemerintah Indonesia resmi melakukan penundaan penerbangan dari dan ke China. Keputusan itu tentunya akan menimbulkan kerugian khususnya bagi maskapai.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku belum memiliki hitungan terkait hal itu. Sebab pihaknya ternyata belum melakukan rapat dengan para maskapai dan operator bandara.

"Ya pertemuan dengan maskapai dalam negeri dan maskapai dari luar itu, besok," tuturnya usai menghadiri ratas di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).

Budi mengaku belum memegang data rinci berapa potensi kerugian para maskapai. Namun menurut sepengetahuannya setiap tahunnya ada 2,1 juta turis China yang datang ke Indonesia.

"Saya nggak hafal, tapi penumpang dari China 1 tahun itu kira 2,1 juta. Dari RI ke China juga relatif sama," tambahnya.

Sementara untuk penumpang yang sudah membeli tiket juga akan diputuskan skema ganti ruginya saat rapat dengan maskapai dan operator bandara besok. Untuk sementara waktu Kemenhub menyerahkan penyelesaian dengan penumpang tersebut kepada masing-masing maskapai.

"Ya kan kita secara informal sudah memberikan arahan untuk memberikan satu solusi kepada customer. Pasti mereka punya cara sendiri-sendiri ya. Kita bakukan setelah rapat. Nantinya kita bisa arahkan, tapi sementara kita serahkan (kepada maskapai)," tutupnya.



Simak Video "Menhub Tegaskan Tak Ada Penyekatan-Putar Balik di Mudik Lebaran Tahun Ini"
[Gambas:Video 20detik]

(das/fdl)