Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Feb 2020 12:10 WIB

Parah! Ekonomi Papua Tak Tumbuh, Malah Minus

Danang Sugianto - detikFinance
Keberadaan rumah adat khas Papua tepatnya di Puncak Jaya terus dilestarikan. Hal itu dilakukan sebagai upaya menjaga budaya masyarakat setempat. Foto: Lamhot Aritonang/Pertumbuhan Ekonomi Papua Minus.
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 5,02%. Angka ini lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 5,17%.

Hitungan dari pertumbuhan ekonomi nasional tersebut adalah pertumbuhan ekonomi daerah. Menariknya, ada satu daerah yang justru ekonominya tak tumbuh, bahkan minus. Daerah tersebut ialah Maluku dan Papua.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, secara spasial atau wilayah, pertumbuhan ekonomi nasional masih ditopang oleh Pulau Jawa dan Sumatra. Untuk Jawa, DKI Jakarta jadi penyumbang terbesar.

"Secara spasial, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 strukturnya tidak banyak berubah, sepanjang 2019 provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Sumatra itu memberikan kontribusi terbesar pada Indonesia, di jawa terbesar di Jakarta," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).

Sementara untuk wilayah Indonesia Timur, kondisi ekonominya tercatat negatif. Untuk Maluku dan Papua, BPS mencatat mengalami minus hingga 7,44%.

"Maluku dan Papua pertumbuhan ekonominya negatif 7,44%, Maluku sebenarnya masih bagus, Maluku Utara juga, Papua Barat juga, yang menarik ke bawah pertumbuhan ekonomi di Papua, yang kontraksi 15,72%" tuturnya.



Simak Video "Pemerintah Berupaya Mengkaji UMP Standar BPS"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com