Pak Jokowi, PR Ini Dibereskan Agar Ekonomi RI Nggak Mentok di 5%

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 05 Feb 2020 15:21 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif atau sampai September 2018 sebesar 5,17%.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Mari Elka Pangestu, Direktur Pelaksana Bank Dunia terpilih mengomentari pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,02%. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan perekonomian RI masih stabil di tengah gejolak perekonomian global.

"Jadi saya rasa kita harus bersyukur dalam keadaan ketidakpastian ini. Bahwa kita bisa stabil 5%. Jadi relatif kepada negara lain, sebenarnya kita masih dalam keadaan yang baik," kata Mari Elka dalam Mandiri Investment Forum 2020, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Lalu, ia menuturkan bahwa di kuartal-I 2020 ini perekonomian Indonesia masih mengalami tekanan, mengingat juga adanya penyebaran virus corona.

"Perlambatan tergantung dari stimulus fiskal, tergantung juga dari dampak corona virus, karena kelihatannya dampak yang sudah terasa itu kan ke pariwisata," papar Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.


Mari menyarankan, untuk menjaga performa pertumbuhan ekonomi Indonesia pemerintah harus menggenjot reformasi struktural.

"Memang PR kita bagaimana melakukan reformasi struktural di dalam negeri apakah itu pajak, investasi, termasuk juga untuk UKM. Agar bisa menarik investor asing dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan," jelas Mari.

Mari menambahkan reformasi struktural yang diwujudkan dalam bentuk omnibus law untuk menarik para investor itu baru akan terasa dampaknya terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan.

"Tetapi mungkin dampaknya baru mulai terasa tahun depan. Karena investasikan perlu waktu untuk bisa akhirnya jadi pertumbuhan dan pekerjaan," pungkas Mari.



Simak Video "Erick Thohir Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)