Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Feb 2020 17:23 WIB

Penerbangan Ditutup, Banyak TKA China Tertahan di Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
FILE - In this Jan. 30, 2020 file photo, a man wears a face mask as he stands along the waterfront in Wuhan in central Chinas Hubei Province. Arek and Jenina Rataj were starting a new life in the Chinese industrial center of Wuhan when a viral outbreak spread across the city of 11 million. While they were relatively safe sheltering at home, Arek felt compelled to go out and document the outbreak of the new type of coronavirus. Among his subjects: the construction of a new hospital built in a handful of days; biosecurity check points; and empty streets. (AP Photo/Arek Rataj, File) Ilustrasi Foto: AP Photo/Arek Rataj, File
Semarang -

Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di Jawa Tengah tertahan tidak bisa pulang karena penutupan penerbangan Indonesia-China akibat antisipasi virus Corona. Pemprov Jateng juga melakukan pengawasan tenaga kerja terkait virus tersebut.

Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari mengatakan dari 1.982 TKA yang tinggal di wilayah Jawa Tengah, 805 orang diantaranya merupakan warga negara China.

"Dari Kabupaten yang 5 besar jumlah tenaga kerja asingnya yaitu Grobogan 231 TKA, dari China 215 orang, Kota Semarang 493 TKA dari China 169 orang, Sukoharjo 179 TKA dari China 100 orang, kemudian Jepara dan Kabupaten Semarang," kata Sakina di Kantor Pemprov Jateng, Rabu (5/2/2020).

Pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan terkait berapa TKA China yang belum bisa kembali ke Jateng setelah liburan Imlek akibat penutupan penerbangan. Selain itu ada pula TKA yang izinnya sudah habis akan pulang namun belum bisa.

"Yang pulang tidak bisa kembali ke sini, yang di sini tidak bisa kembali di sana. Dalam tanda kutip aman (dari potensi virus corona) karena tidak ada perjalanan dari atau ke China," katanya.

Meski belum mengetahui jumlah pastinya, namun dari uji petik di salah satu perusahaan di Kabupaten Ungaran, Sakina menjelaskan jika 5 warga negara China yang kembali ke negaranya untuk Imlek ternyata tidak bisa kembali ke Jateng karena tidak ada penerbangan.

"Kami masih pendataan. Kami lakukan uji petik di Ungaran (Kabupaten Semarang) dari 10 TKA, 5 dari China, semua pulang. Kondisi memang tidak bisa masuk ke Indonesia. Sebetulnya harusnya kembali setelah perayaan Imlek," ujarnya.

Terkait dengan antisipasi Virus Corona saat ini, Sakina menegaskan, pihaknya meningkatkan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai dengan surat dari Dirjen Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kesehatan Kerja per tanggal 24 Januari 2020 lalu.

"Kami sudah melakukan koordinasi antar instansi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dan kami memiliki 157 pengawas tenaga kerja, yang memantau kondisi dari masing-masing perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing," tegas Sakina.

Dengan koordinasi dan pengawasan tersebut diharapkan antisipasi bisa lebih maksimal dan penanganan jika ada suspect corona pun cepat teratasi.

Penerbangan Ditutup, Banyak TKA China Tertahan di Jateng



Simak Video "Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Ponsel?"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com