Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Feb 2020 23:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Mentok 5% Tahun Lalu, Bagaimana di 2020?

Soraya Novika - detikFinance
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-I 2018 tumbuh 5,2%. Pertumbuhan itu didukung dengan capaian penerimaan pajak maupun nonpajak. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 sebesar 5,02%. Capaian itu meleset dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 5,3%. Lalu, bagaimana proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal I-2020 ini?

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku khawatir pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2020 nanti juga meleset dari target.

Lantaran, sejak awal tahun ini, perekonomian RI sudah mengalami goncangan imbas wabah virus corona. Untuk itu, Airlangga tak mau sembarangan mengeluarkan pernyataan terkait prediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 ini.

"Kuartal I-2020 ini nanti kita lihat dulu karena masalah virus corona, lagian kita belum bisa mengevaluasi karena terlalu pagi, karena ini seluruhnya terpengaruh," ujar Airlangga ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/2/2020).


Perlambatan ekonomi sendiri akibat virus corona sudah mulai terasa sebab jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) disebut Airlangga kian menunjukkan penurunan. Bukan hanya dari wisman China, namun juga dari hampir seluruh negara terjadi penurunan serupa.

"Kita kekurangan tourism bukan hanya dari China tetapi banyak negara lain yang juga mengurangi traveling-nya," katanya.

Akan tetapi, menurutnya, pemerintah akan mengupayakan yang terbaik agar pertumbuhan ekonomi RI kian meningkat dari tahun sebelumnya. Salah satu opsi yang mungkin akan diambil pemerintah dalam waktu dekat ini ialah dengan menurunkan harga tiket pesawat.

"Tentu kita akan membuat skenario-skenario baru, jadi bagaimana untuk misalnya menahan penurunan sektor tourism, terutama di daerah-daerah tujuan turis seperti Bali, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, kita akan buatkan program pemerintah, salah satunya yang sedang kita evaluasi itu, bisa ga tiket pesawat diturunin atau disubsidi, sehingga turis domestik kita dorong ke atas," paparnya.


Selain penurunan tiket pesawat, pemerintah juga berencana memperkuat industri pariwisata lewat program Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

"Kemudian kita juga akan mempertimbangkan atau menyarankan bahwa MICE domestic didorong terutama juga dari pemerintah sendiri baik itu kementerian agar kegiatannya itu diarahkan ke daerah-daerah tujuan wisata tersebut," pungkasnya.



Simak Video "Dihajar Corona, Pengusaha Ngaku Hanya Bisa Bertahan Hingga Juni"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com