Purnomo Minta Pertamina Tak Bor Cepu Dulu

Purnomo Minta Pertamina Tak Bor Cepu Dulu

- detikFinance
Selasa, 29 Nov 2005 19:43 WIB
Jakarta - Polemik antara ExxonMobile dan Pertamina soal pengelolaan Blok Cepu membuat Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro tak tinggal diam. Purnomo meminta PT Pertamina (persero) tidak melakukan pengeboran terlebih dahulu di Blok Cepu.Purnomo menginginkan agar Pertamina menunggu dulu pembahasan joint operating agreement (JOA) dengan ExxonMobile hingga tuntas. "Kita minta Pertamina menyelesaikan dulu perundingannya," kata Purnomo Yusgiantoro di Garut, Selasa (29/11/2005).Sebelumnya, Pertamina memang ngotot akan tetap melakukan pengeboran di Blok Cepu. Pertamina akan mengindahkan MoU yang telah disepakati antara Pertamina dan Exxon. "Kita akan tetap ngebor Cepu. Sampai saat ini, memang perjanjiannya deadlock," kata Direktur Utama Pertamina Widya Purnama kepada detikcom beberapa waktu lalu.Menurut Widya, MoU yang sudah ditandatangani oleh Pertamina dan Exxon saat ini masa berlakunya sudah habis, sehingga pelaksanaan Cepu harus berdasarkan kontrak kerjasama (KKS) yang baru. "Itu kan masanya sudah habis. Ini juga sudah deadlock, ya kita development sendiri. Lagian kan ini perintah presiden agar Cepu cepat di-development," kata Widya.Pertamina menginginkan agar BLok Cepu pada 5 tahun pertama akan dikelola olehnya. "Tapi Exxon menolak itu. Ya nanti kita serahkan ke presiden, dan kita akan langsung bor aja deh" kata Widya.Widya mengatakan, Pertamina akan mengebor sedikitnya 30 sumur di Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu mulai Februari 2006, meski belum ada kesepakatan dengan ExxonMobile.Menanggapi hal itu, pengamat perminyakan TN Mahmud menyatakan, kebijakan pemerintah lah harus friendly investor. Ia merujuk bagaimana Malaysia yang sudah mapan ekonominya, masih membutuhkan investor asing untuk mengeksplorasi sumber daya migas mereka. "Karena memang lebih baik pakai uang orang lain daripada pakai uang sendiri. Risikonya besar," kata TN Mahmud.Ia menjelaskan, daripada kita pakai uang negara yang kondisinya saat ini sedang ketat, lebih baik pakai uang investor asing. "Kita bayar upah investor dan tokoh kembali lagi uang ke negara. Pakai uang bank pun kita harus bayar bunga," ungkapnya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads