Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 08 Feb 2020 16:00 WIB

Terpopuler Sepekan

Bye-bye Masa Jaya Driver Ojol Kantongi Rp 10 Juta/Bulan

Anisa Indraini - detikFinance
Ojol parkir di trotoar kawasan Stasiun Pasar Minggu Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom
Jakarta -

Sekitar 5.000 driver ojek online (ojol) pernah melakukan aksi di depan Kantor Kementerian Perhubungan dan Istana Negara pada Rabu (15/1/2020) lalu. Salah satu yang menjadi tuntutannya adalah agar ojol jadi angkutan umum.

Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono ingin pemerintah mendorong agar DPR melegalkan ojol menjadi angkutan umum dalam undang-undang (UU).

"Kita mau minta legalitas payung hukum bagi ojek online. Revisi UU 22, pemerintah mendorong legislatif untuk melegalkan ojek online jadi angkutan umum," sebut Igun kepada detikcom, Rabu (15/1/2020).

Selama ini driver ojol mengeluhkan soal pengaturan kemitraan ojol. Driver meminta agar pemerintah dapat melindungi status mitra para driver. Pihaknya menegaskan bahwa mereka adalah pekerja, bukan cuma pembantu aplikator.


"Jangan mau kita dipecah belah aplikator. Kita mau mempertegas aturan kita sebagai mitra. Jangan mau kita diperas aplikator. Kita bukan jongos, kita pekerja," ungkap Ketua Umum Gaspool Lampung Miftahul Huda kepada detikcom.

Menurut Miftahul, selama ini aplikator selalu semena-mena dengan driver yang cuma jadi mitra. Salah satu bentuk kesewenangan aplikator adalah asal suspend kepada driver.

"Sampai saat ini belum ada aturan kemitraan makanya aplikator semena mena aja bikin aturan. Driver itu rawan di-suspend alasannya sistem sistem aja. Padahal kan suspend bikin pendapatan driver terputus," kata Miftahul.

detikcom pun melakukan reportase untuk mengetahui seperti apa kehidupan para driver ojol sebenarnya, hingga aturan-aturan apa saja yang dinilai merugikan pihaknya.

detikcom bertemu Maryanto (54) dan Dadang (40), driver ojol yang sudah berkecimpung sejak 2015. Mulai jadi driver ojol, Maryanto dan Dadang menjadikan pekerjaan ini sebagai pekerjaan pokok, bukan sampingan. Penghasilannya dirasa sudah cukup karena bisa mengantongi Rp 500 ribu/hari atau Rp 10 juta/bulan dengan keuntungan bersih.

"Kalau benar-benar gila nariknya bisa nggak pulang sampai tengah malam itu Rp 500 ribu (per hari). Dipukul rata saja sehari Rp 300 bersih. Dipotong buat bensin, makan, minum, anggaplah sehari Rp 300 bersih. Sebulan tuh Rp 9-10 juta dapat," kata Maryanto saat ditemui di daerah Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

Namun sayang, cerita itu tinggalah kenangan. Kenapa? Klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Rapat dengan DPR, Driver Ojol Sampaikan Sejumlah Keluhan"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com