Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 08 Feb 2020 19:00 WIB

Polling detikcom

Hasil Polling: Pembaca Tolak Tarif Ojol Naik, Pak Menhub

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Tarif baru batas bawah dan batas atas ojek online telah berlaku sejak Senin (2/9/2019). Tarif diatur berdasarkan zonasi. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang membahas kenaikan tarif ojek online (ojol), hanya zona Jabodetabek saja yang akan mengalami kenaikan. Sedangkan daerah lainnya tidak akan dinaikkan.

Menurut Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi tarif ojol di daerah lain masih layak dan belum perlu dinaikkan.

Menimbang rencana tersebut, apa perlu tarif ojol di Jabodetabek dinaikkan? detikcom membuka polling dengan cara memilih setuju atau tidak setuju dengan rencana tersebut dan berikan alasannya pada kolom komentar.

Poling dibuka sejak Jumat malam (7/2/2020) pukul 19.00 WIB, dan ditutup pada Sabtu (8/2/2020) pukul 18.30 WIB. Bagaimana hasilnya? Menurut catatan detikcom, sebanyak 266 pembaca mengikuti polling. Dari jumlah itu sebanyak 207 pembaca menolak kenaikan tarif ojol.

Sedangkan 59 sisanya mendukung tarif ojol naik. Komentar lengkap peserta polling yang setuju maupun tidak, bisa dibaca di sini.

Mereka yang menolak kenaikan tarif ojol menyampaikan komentarnya antara lain Gesyanyda yang mengatakan Tidak setuju karena transportasi online sangat penting dan juga aman, kalau tarif dinaikkan akan menjadi beban tambahan untuk biaya transportasi sehari-hari. Mohon dipertimbangkan kembali untuk hal kenaikan tarifnya. Terima kasih.

Ada pula Nha.716 yang menolak tarif ojol naik. Alasannya Lucu aja ada aplikator baru ngasih harga murah mereka malah demo. sekarang minta tarif naik.. mau naik setinggi puncak himalaya juga kalau ngak ada yang order bakalan tekor.. yang perlu itu ridermya di batasi sehingga kesejahteraan mas ojol meningkat. tarif naik yang untung mah aplikator. tukang ojek tetap aja dapat 1 atau 2 penumpang ngak nutup kebutuhan sehari hari.

Selain itu pembaca dengan inisial MiniTikus juga menolak tarif ojol naik. "Sudah pasti ditinggalkan. Saya saja yg dulu sering naik taxi online sekarang dah jarang banget sejak naik ngga kira2. Yang pasti beberapa ojol akan gantung helm karena kurang penumpang, dan ojol yg tersisa akan tetap survive karena ada keseimbangan lagi antara ojol dan penumpang yg masa bodoh dengan tarip. Ini namanya teman makan teman," katanya.

Sementara itu, mereka yang setuju tarif ojol naik juga punyaa alasan sendiri. Contohnya Abdur Rakhman. "Setuju .... Klw bisa Pihak Custamer iuga dikasih Potongan Promo Jng Cuma Pihak Aplikator aja Yg di Untungin . .. Pihak Aplikator dah Di kasih Untung akan tetapi dgn Alasan ga Jelas Banyak Driver yg kena Suspent," kata Abdur.

Pembaca dengan inisial PulauKapuk juga setuju tarif ojol naik. Alasannya, "Setuju... soalnya incentive ojol motor /mobil dah turun...� dulu murah krn bonus jg gede ke driver...� Klu gk setuju krn mahal, ywd cicil motor," katanya



Simak Video "Dear Pengguna Ojol, Ini Tarif Baru yang Berlaku Mulai September"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com