Deretan Tarif yang Naik di Awal Tahun, Ojol-Taksi Online Mau Nyusul

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 10 Feb 2020 11:20 WIB
Tarif ojol naik
Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim
Jakarta -

Sederet tarif yang diatur pemerintah sudah mengalami kenaikan sejak awal tahun mulai dari iuran BPJS Kesehatan, harga rokok, hingga tarif tol. Kini bakal ada tarif yang naik lagi, yaitu tarif transportasi online.

Baik ojek online maupun taksi online sedang dievaluasi oleh Kementerian Perhubungan. Kenaikan tarif ini merupakan permintaan para driver, baik driver ojol maupun taksol.

Naiknya operasional para driver menjadi salah satu alasan utama kenaikan tarif ini. Kemenhub sendiri akan menggandeng Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan berbagai pihak untuk memutuskan evaluasi tarif ini. Lantas apa saja tarif yang akan dan sudah naik?

Tarif Ojol
Untuk ojol sendiri, tarif yang disesuaikan hanya berada pada zona Jabodetabek, zona lainnya tidak akan dinaikkan.

"Nampaknya yang butuh kenaikan hanya Jabodetabek. Untuk daerah nampaknya nggak naik, tarif mereka nampaknya masih feasible," ujar Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2020).

Tarif ojol sendiri diusulkan naik menjadi Rp 2.500/km untuk tarif batas bawahnya dari awalnya dipatok Rp 2.000/km. Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani menyebut angka tersebut masih akan dibahas dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

"Tapi Rp 2.500 belum didiskusikan ke YLKI, karena mereka yang lihat dari sisi masyarakat, sehingga ada titik temunya," kata Yani di kesempatan yang sama dengan Budi.

Tarif Taksi Online
Taksi online pun disebut akan naik, bahkan Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani juga menyebut bahwa hal ini sudah dibahas oleh pihaknya. Menurutnya, kenaikan tarif ini merupakan permintaan dari para driver.

"Teman-teman mengusulkan (tarif taksi online) naik, tapi kan saya belum bisa langsung menaikkan nunggu ada pendapat YLKI selaku pengguna teman-teman di situ," katanya kepada detikcom, Minggu (9/2/2020).

Ketua Umum ADO Wiwit Sudarsono meminta agar tarif taksi online naik, di mana driver menerima bersih Rp 3.500 per km. Kemudian, biaya minimal atau biasa disebut tarif buka pintu Rp 20 ribu hingga jarak 3 km.

"Usulan dari kami dari asosiasi dari ADO mengusulkan tarif minimum bersih yang kami terima di angka Rp 3.500 per km di luar potongan-potongan yang dilakukan aplikator, dan biaya minimum Rp 20 ribu dari jarak 0-3 km," katanya kepada detikcom.

Sebelum tarif transportasi online mau disesuaikan beberapa tarif lainnya sudah duluan mengalami kenaikan, apa saja?

Selanjutnya
Halaman
1 2