Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Feb 2020 13:25 WIB

Arab Saudi Kucurkan Rp 1,4 T ke RI, Buat Apa?

Anisa Indraini - detikFinance
Suharso Monoarfa Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Arab Saudi untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, dalam kerja sama ini petani dan nelayan akan didorong melakukan aktivitas dari hulu sampai ke hilir.

"Presiden memberikan arahan agar petani dan nelayan bisa keluar dari jebakan kemiskinan, maka harus diangkat melalui aktivitas on farm menuju off farm terutama di masa pasca produksi. Dengan demikian petani dan nelayan akan memperoleh sebuah skema pembiayaan dan mendapatkan pendampingan dalam kegiatan off farm," kata Suharso di kantornya, Jakarta, Minggu (10/2/2020).

Suharso menyebut, total investasi dalam kerja sama ini senilai Rp 1,4 triliun yang berasal dari pemerintah Arab Saudi. Kerja sama ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani dan nelayan dalam 5 tahun ke depan.

"Nilainya Rp 1,4 triliun selama kerja sama ini. Kita hanya khusus nelayan dan petani. Manfaat dari 5 tahun ke depan dari pelaksanaan ini adalah meningkatnya pendapatan petani rata-rata 5% per tahun dan nelayan 10% per tahun," sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Bayarind, Setyo Harsoyo mengatakan, petani dan nelayan akan didorong menggunakan transaksi pembiayaan non tunai menggunakan e-wallet. Cara ini dilakukan dengan menyasar 350 korporasi petani dan nelayan.

"Bayarind akan mendukung sebagai keuangan inklusif. Akan mendukung yang tadinya transaksi masih tunai sekarang digital jadi cashless. Intinya gitu petani dan nelayan dikasih wallet dimana wallet untuk bertransaksi," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Transaksi non tunai akan dilakukan untuk semua kebutuhan petani dan nelayan, mulai dari pembelian pupuk, bibit, obat-obatan, hingga upah untuk petani. Cara ini juga dinilai lebih cepat untuk petani mendapatkan hasil bayarannya.

"Nanti kita akan edukasi mereka supaya bisa bertransaksi cashless. Kalau tunai kan repot ya harus ke bank, transaksi besar juga repot. Mereka akan terima uang dari hasil penjualan juga sekarang lama hasil penjualannya. Ini kan bisa mempercepat waktu terima uangnya yang tadinya beberapa hari jadi mungkin satu, dua hari sudah terima uang," sebutnya.



Simak Video "Menteri Edhy Prabowo Berguru Budi Daya Lobster dan Salmon ke Tasmania"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com