Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Feb 2020 15:34 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Papua Minus, Apa Langkah Jokowi?

Trio Hamdani - detikFinance
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun jalan Trans Papua. Salah satunya ruas Sorong-Manokwari di Papua Barat sepanjang 594,81 km (Segmen I) Foto: Istimewa/BP Jalan Nasional XVII Manokwari-Papua Barat
Jakarta -

Pemerintah mencari cara untuk menggenjot ekonomi Maluku dan Papua yang saat ini minus.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Papua selama 2019 terkontraksi -7,4%. Padahal hampir seluruh wilayah di Indonesia perekonomiannya tumbuh positif.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta menjelaskan upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan sumber daya perikanan dan kayu.

"Di Papua selain mempercepat hilirisasi juga pengembangan dari potensi sumber daya perikanan dan jenis kayu hasil hutan kayu, serta non kayu. Ini juga menjadi bagian yang perlu kita maksimalkan mengingat potensinya juga besar," kata dia dalam Press Briefing di Wisma Negara, Jakarta Pusat (10/2/2020).

Dia menjelaskan, Maluku dan Papua mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi karena sektor pertambangan dan penggalian yang minus 43,21%. Itu lantaran jatuhnya harga komoditas tersebut.

Ke depannya pemerintah juga mendorong hilirisasi di wilayah timur tersebut. Tujuannya agar Maluku dan Papua tidak lagi bergantung pada komoditas yang harganya fluktuatif atau mudah bergejolak.

"Agar kemudian ketergantungan kita terhadap fluktuasi harga komoditi tidak terjadi lagi. Jadi ekonomi kita memang basisnya adalah ekonomi yang bernilai tambah tinggi," terangnya.

Tak sebatas Papua, wilayah Indonesia timur lainnya pun akan didorong untuk tidak lagi bergantung pada komoditas yang harganya penuh ketidakpastian.

"Untuk itu kemudian strateginya misalnya adalah pengembangan-pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Karena pengembangan KEK itu semuanya diarahkan untuk pengembangan nilai tambah dari industri, apakah itu di Sei Mangkei, atau kawasan ekonomi khusus yang dikembangkan di Kalimantan Timur, itu juga diarahkan untuk pengembangan petrokimia," tambahnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan masih lebih baik dibanding negara-negara lainnya.

"Marilah kita bandingkan dengan negara-negara lain terutama di G20, kita ini nomor 2 pertumbuhan kita. Alhamdullilah ini juga patut kita syukuri bahwa pertumbuhan ekonomi masih di atas 5%, 5,02%," ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).



Simak Video "Mantan PM Papua Nugini Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com